Polisi Lawan Tagar #PercumaLaporPolisi dengan #PolriSesuaiProsedur

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 18:58 WIB
Tagar #PolriSesuaiProsedur di Twitter (Repro detikcom dari tangkapan layar Twitter, 11 Oktober pukul 18.30 WIB)
Tagar #PolriSesuaiProsedur di Twitter (Repro detikcom dari tangkapan layar Twitter, 11 Oktober pukul 18.30 WIB)
Jakarta -

Usai tagar #PercumaLaporPolisi sempat menjadi trending di Twitter seiring dengan kasus 'ayah perkosa 3 anak' di Luwu Timur, kini muncul tagar baru yang berlawanan. Polisi memasang #PolriSesuaiProsedur dan menjadi trending.

Berdasarkan pantauan di Twitter, Senin (11/10/2021) pukul 18.40 WIB, terlihat #PolriSesuaiProsedur bertengger di jajaran 'Trending in Indonesia'.

Pukul 18.36 WIB, tagar #PolriSesuaiProsedur sudah digunakan 14,7 ribu cuitan. Jumlah ini jauh lebih tinggi ketimbang trending lain, seperti #Baim dengan 8.325 cuitan atau #Ngilu dengan 2.285 cuitan dalam waktu yang sama.

Akun yang menggunakan tagar #PolriSesuaiProsedur antara lain akun bercentang biru Humas Polda Jawa Timur, lewat cuitan pukul 09.07 WIB.

"#PolriSesuaiProsedur Pastikan Penanganan Luwu Timur," cuit akun @HumasPoldaJatim.

Ada pula akun-akun yang tidak bercentang biru yang menggunakan #PolriSesuaiProsedur, antara lain Humas Polres Kediri Kota (@humas_kediri), Humas Polsek Wates (@HumasPolsekWat1), Polres Trenggalek (@1trenggalek), Humas Polres Sumba Timur (@humasressumtim), dan lain-lainnya.

Di luar akun-akun polisi, ada pula akun lain yang juga menggunakan tagar #PolriSesuaiProsedur tapi mengkritik, misalnya akun Fahri Salam (@fahrisalam) atau Kalis Mardiasih (@mardiasih).

Selanjutnya, respons Polri soal tagar#PercumaLaporPolisi:

Polri sudah mengomentari tagar #PercumaLaporPolisi yang sempat jadi trending buntut penghentian penyelidikan kasus 'ayah perkosa tiga anak' di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel). Yang terbaru, Polri mengklaim tidak akan berkhianat terhadap tugas pokok kepolisian sebagaimana diatur dalam Pasal 13 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002.

"Tentunya Polri tidak akan pernah mengkhianati tugas pokoknya di mana di Pasal 13 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI. Tugas pokok Polri itu bukan saja penegakan hukum, tapi memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, juga melindungi dan mengayomi masyarakat," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, tadi.

"Tentunya keluhan-keluhan apa pun persoalan polemik di masyarakat akan direspons oleh Polri. Sekaligus kritik-kritik yang sifatnya yang membangun kepada Polri pasti kita akan tindak lanjuti," sambung Ramadhan.

(dnu/tor)