ADVERTISEMENT

IPW Minta Polri Transparan Hadapi #PercumaLaporPolisi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 11:30 WIB
Poster
Ilustrasi pemerkosaan anak. (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Tagar #PercumaLaporPolisi sempat trending di Twitter usai viralnya kasus dugaan pemerkosaan anak di Luwu Timur yang terjadi pada akhir 2019 yang sudah di-SP3 polisi karena tidak cukup bukti. Indonesia Police Watch (IPW) mengingatkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar hal itu menjadi bahan evaluasi.

"Tagar #PercumaLaporPolisi yang menjadi viral dan trending topik di Twitter belakangan ini, harus menjadi bahan evaluasi bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mewujudkan Polri Presisi," kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso dalam keterangannya, Senin (11/10/2021).

Sugeng kemudian bicara soal kasus dugaan tiga anak yang diduga diperkosa ayah kandungnya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tersebut. Menurutnya, buntut penghentian kasus yang viral ini bisa menciptakan isu berskala nasional yang dapat mencoreng institusi Polri.

"Bahkan, mencuatnya Tagar #PercumaLaporPolisi itu, secara umum dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap korps baju coklat. Padahal, itu hanya terjadi dalam kasus di Polres Luwu, Polda Sulsel. Akibatnya, seperti kata peribahasa: karena nila setitik, rusak susu sebelanga," ucapnya.

Sugeng mengatakan, IPW mengkhawatirkan kasus-kasus lain dalam penegakan hukum yang tidak profesional dilakukan pihak kepolisian, yang tajam ke bawah tumpul ke atas, makin bermunculan. Karena itu, lanjut dia, Kapolri Jenderal Sigit harus segera berbenah.

"Sudah saatnya Kapolri Listyo Sigit bekerja keras melakukan bersih-bersih di satuan reserse," ucapnya.

Kapolri Jenderal Sigit, menurut Sugeng, harus melakukan jurus seperti yang pernah dilakukan mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD) saat menghadapi kasus Gayus Tambunan yang melibatkan beberapa anggota Polri. Karena itu, BHD mengeluarkan jurus dengan istilah 'Ayo Kita Keroyok Reserse'.

Sugeng menyebut, Tagar #PercumaLaporPolisi harus menjadi pembelajaran berharga bagi institusi Polri untuk melakukan pembenahan dan perubahan ke depan. Pembenahan terutama harus dilakukan di bidang reserse yang saat ini banyak dikeluhkan masyarakat.

Dengan kemunculan #PercumaLaporPolisi, curhat dari masyarakat akan semakin banyak, baik soal tebang pilih, kriminalisasi, atau rekayasa kasus. Beberapa laporan polisi yang bermasalah juga diadukan ke IPW.

Misalnya, lanjut Sugeng, kasus yang dilaporkan Nirin Bin H Siman dengan Nomor Polisi: LP/4020/XI/PMJ/DIT RESKRIMUM tanggal 5 November 2014 yang tujuh tahun mendek. Kasus ini menurutnya tidak diproses kepolisian tanpa alasan yang jelas. Tidak ada laporan perkembangan hasil penyelidikannya. Begitu juga kasus ibu Rodiah seorang pembantu rumah tangga dengan Nomor Polisi: LP/137/III/2020/JABAR/POLRESTA BOGOR KOTA yang di SP3 setelah kasusnya mengendap.

"Kemudian kasus ibu Nurhalimah yang dituduh penculikan padahal sudah dibuat kesepakatan 19 Juli lalu di unit PPA Polresta Bogor dan anak pelapor dititipkan di tempat ibu Nurhalimah berujung dijadikan tersangka. Demikian juga kasus yang melibatkan anggota Brimob DD alias N yang melakukan pemukulan terhadap warga Deky Wermasubun, pengancaman dengan parang kepada perempuan bernama Flora serta pemukulan terhadap ibu Ranti, semuanya mengendap di Polresta Bogor," sambungnya.

Dalam kasus dugaan perkosaan tiga anak kandung oleh ayah di Luwu Timur, Polri dari tingkat Polres Luwu Timur, Polda Sulsel, hingga Mabes Polri sudah menyatakan bahwa seluruh prosedur sudah dilaksanakan hingga kasus tersebut di-SP3 karena tidak cukup bukti. Tidak ada rekayasa kasus sama sekali. Meski demikian, karena desakan kuat dari publik, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengirimkan tim atensi ke Polres Luwu Timur untuk menelaah kasusnya.

Di samping itu, Kapolres Luwu Timur AKBP Silvester Simamora juga telah menemui pelapor untuk kemungkinan membuka kembali kasus. Dia meminta pelapor membawa bukti-bukti baru agar penyelidikan kasus ini bisa dibuka lagi.

Sugeng menambahkan, memang selama ini Institusi Polri yang sangat sering menjadi sorotan adalah reserse. Sebab, kerja penegakan hukum melalui penyelidikan dan penyidikan tersebut adalah proses tertutup.

Karena itu ke depan, lanjut dia, harus terdapat ruang agar semua pihak dapat memiliki hak menyampaikan sikapnya dalam gelar perkara yang menghadirkan pihak-pihak yang berperkara. Hal ini sebagai penerapan prinsip transparansi dan berkeadilan. Sehingga konsep Polri Presisi yang diusung Kapolri Listyo Sigit benar-benar terwujud.

"Namun, apapun yang dilakukan oleh Polri menghadapi tagar #PercumaLaporPolisi, IPW berharap Polri yang telah mengusung Konsep Polri Presisi harus transparan. Apakah ada kesalahan atau tidak dalam menangani kasus perkosaan tiga anak yang dilakukan oleh ayahnya. Pasalnya, masyarakat menunggu hasilnya," ucap Sugeng.

(hri/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT