Kompolnas soal Tagar #PercumaLaporPolisi: Tak Selesaikan Masalah

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 11 Okt 2021 07:15 WIB
Poengky Indarti
Poengky Indarti (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Akhir-akhir ini ramai kasus dugaan seorang ayah di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, memperkosa 3 anaknya hingga berujung munculnya tagar #PercumaLaporPolisi di media sosial Twitter. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turut berkomentar terkait tagar tersebut.

"Terkait tagar, di satu sisi, sangat penting bagi Polri untuk mendengar suara masyarakat," ujar Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada detikcom, Minggu (10/10/2021).

Apalagi, lanjut Poengky, polisi adalah aparat yang paling banyak 'bersentuhan' dengan masyarakat hampir 24 jam. Namun, di sisi lain, Poengky mengkritik tagar #PercumaLaporPolisi

"Saya melihat pesimisme yang diusung tagar tersebut justru tidak menyelesaikan masalah. Sebaiknya masyarakat mendukung Polri untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional dan mandiri," tegas Poengky.

Poengky melihat polisi sudah meningkatkan kualitas pelayanannya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Salah satunya terkait pelaporan dari masyarakat.

"Dalam kasus Luwu tersebut, kami melihat polisi sudah cepat melayani, termasuk dengan melakukan VER (Visum Et Repertum), pemeriksaan psikologi dan mendengar keterangan saksi-saksi, sehingga tidak benar jika polisi lambat menangani kasus ini," ujar Poengky.

Poengky menyebut asas praduga tak bersalah harus dikedepankan dalam kasus 'ayah perkosa 3 anak' itu. Oleh karena itu, Poengky menekankan pentingnya penyelidikan dengan didukung scientific crime investigation.

"Yang menjadi komplain pengadu adalah penyidik dianggap tidak profesional karena mengeluarkan surat penghentian penyelidikan, padahal menurut pengadu, kasusnya memenuhi syarat untuk dilanjutkan. Oleh karena itu untuk menyelesaikan konflik ini, Polres Luwu membuka diri kepada pelapor untuk memberikan bukti baru," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, tagar #PercumaLaporPolisi itu muncul setelah kasus dugaan pemerkosaan anak di Luwu Timur yang dihentikan viral. Tagar itu juga muncul sebagai buntut banyaknya kasus kekerasan seksual lain yang dianggap diabaikan polisi.

Bareskrim Terjunkan Tim ke Luwu

Tim Bareskrim diturunkan untuk melakukan audit dari proses hukum yang telah dilakukan Polres Luwu Timur terkait kasus dugaan ayah perkosa 3 anaknya yang masih di bawah umur.

"Bareskrim Polri telah menurunkan satu tim ke Polda Sulsel, khususnya di Polres Luwu Timur, di mana tim tersebut akan melakukan audit terhadap langkah-langkah kepolisian yang telah dilakukan oleh penyidik di dalam menangani kasus ini," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (10/10).

Selain melakukan audit, tim dari Bareskrim Polri juga akan memberikan asistensi. Rusdi mengatakan asistensi tersebut diberikan kepada penyidik jika kasus pemerkosaan itu dibuka kembali.

"Ya tentunya asistensi ini mengarahkan membantu daripada penyidik bagaimana melakukan langkah-langkah penyelidikan yang disesuaikan dengan aturan-aturan yang berlaku, sehingga langkah-langkah penyidik dalam melakukan penyelidikan itu dapat dipertanggungjawabkan," kata Rusdi.

Simak Video: #PercumaLaporPolisi, Kekecewaan Netizen Terhadap Kinerja Polri

[Gambas:Video 20detik]