Round-Up

Duduk Perkara Warga Permata Buana Dipersekusi Usai Surati Wali Kota

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 06 Okt 2021 08:27 WIB

Pengacara Sebut Oknum RT Gerakkan Warga

Menurut Oktavianus, kejadian ini telah dikonsolidasikan olek oknum RT/RW. Bahkan, menurutnya, oknum tersebut menggerakkan warga untuk datangi rumah Toni via grup WhatsApp.

"Kami temukan WA group para RT/RW mengkonsolidasi massa, ada grupnya itu," kata Oktavianus Rasubala kepada wartawan, Selasa (5/10/2021).

Menurut Oktavianus, oknum RT itu mengajak beberapa warga mendatangi rumah Toni.

"Mengajak orang warga, jadi RT-RT itu kan ada grup WA, mungkin ada beberapa warga kasih tahu klien kami (soal ajakan oknum RT)," katanya.

"Jadi orang-orang yang datang itu dikonsolidasi RT/RW, kasih tahu untuk datang tanggal 26 Februari itu," tuturnya.


Penjelasan Polisi

Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Hartono menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari Toni itu pada Maret 2021. Kasus diawali ketika Toni mengeluhkan masalah jalan ke aparat pemerintahan setempat.

"Orangnya komplain karena jalan, kan itu jalan umum kan, terus dia komplain ke RT-RW. Kemudian lapor ke camat, lurah, ke kelurahan terus camat--kalau tidak salah--jadi tokoh utama pejabat setempat datang ke situ," ujar Kompol Joko saat dihubungi wartawan, Selasa (5/10/2021).

Namun, ketika didatangi, menurut Joko, Toni tiak mau keluar dari rumahnya.

"Orangnya nggak mau keluar pas didatangin mau diajak diskusi, ini kenapa komplain kenapa gitu, itu kan emang jalan umum," ucapnya.

Salah satu keluhan Toni adalah jalan di depan rumahnya terlalu bising karena dilintasi kendaraan. Warga ikut datang ke lokasi hingga pagar rumahnya dipasangi 'poster' dari kardus dengan tulisan 'Usir Toni dari Permata Buana' dan 'Tinggal di Hutan Kalau Mau Sepi dan Tidak Mau Bersosialisasi dengan Tetangga dan Warga'.

"(Toni komplain) kenapa kok ini bising, itu kan jalan umum kan. Terus karena dipanggil nggak mau keluar, akhirnya dipasang plang sama warga yang hadir saat itu, bukan plang tapi kardus gitu, itu kayak di gambar," beber Joko.

Sebelas saksi diperiksa terkait kasus tersebut. Sejauh ini polisi belum menemukan adanya unsur pidana.


(mea/mea)