Ancam Iran, Trump Ngaku Nggak Tahu Israel Serang Ladang Gas Pars Selatan

Ancam Iran, Trump Ngaku Nggak Tahu Israel Serang Ladang Gas Pars Selatan

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 19 Mar 2026 11:09 WIB
Trump dan Netanyahu menyepakati rencana perdamaian di Gaza
PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump. (BBC Indonesia)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tidak tahu negara sekutunya, Israel, menyerang ladang gas Iran di Pars Selatan. Tapi, Trump mengancam akan meledakkan secara besar-besaran ladang gas terbesar Iran tersebut jika negara itu terus menyerang Qatar sebagai balasan atas serangan Israel.

"Israel, karena marah atas apa yang telah terjadi di Timur Tengah, telah menyerang secara brutal fasilitas utama yang dikenal sebagai Ladang Gas South Pars di Iran," tulis Trump di Truth Social dilansir CNN, Kamis (19/3/2026).

"Amerika Serikat tidak mengetahui apa pun tentang serangan khusus ini," katanya, menambahkan bahwa Qatar juga tidak menyadarinya. "Sayangnya, Iran tidak mengetahui hal ini, atau fakta-fakta penting apa pun yang berkaitan dengan serangan South Pars, dan secara tidak adil dan tanpa alasan menyerang sebagian fasilitas gas LNG Qatar."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump mengatakan Israel tidak akan menyerang ladang gas itu lagi kecuali Iran menyerang pihak yang tidak bersalah, "dalam hal itu," katanya, "Amerika Serikat, dengan atau tanpa bantuan atau persetujuan Israel, akan menghancurkan seluruh Ladang Gas South Pars secara besar-besaran dengan kekuatan dan daya yang belum pernah dilihat atau disaksikan Iran sebelumnya."

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Rabu (18/3), menuduh AS dan Israel menargetkan fasilitas minyak dan gasnya, termasuk ladang gas alam South Pars, yang terbesar di dunia.

Iran menyerang Kota Industri Ras Laffan, pusat energi utama Qatar, dengan rudal balistik beberapa jam setelah serangan sebelumnya, kata Kementerian Pertahanan Qatar. Perusahaan milik negara QatarEnergy mengatakan pusat tersebut mengalami kerusakan parah setelah serangan tersebut.

Dilansir Al Jazeera, Kamis (19/3), UEA mengutuk serangan Iran terhadap fasilitas gas Habshan dan ladang Bab. Kementerian Luar Negeri UEA mengatakan bahwa "serangan Iran" yang menargetkan fasilitas gas Habshan dan ladang minyak Bab merupakan "eskalasi berbahaya dan pelanggaran prinsip-prinsip hukum internasional".

Kementerian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka berhak sepenuhnya untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan nasionalnya, dan untuk menjaga prestasi nasionalnya.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa pertahanan udara UEA berhasil mencegat serangan tersebut, dan tidak ada korban jiwa yang tercatat. Pernyataan itu juga menekankan bahwa "penargetan infrastruktur energi vital merupakan ancaman langsung terhadap stabilitas regional dan pasar energi global".

Lihat juga Video 'Pesan Iran ke Trump: Hasil Perang Ditentukan di Lapangan, Bukan Tweet':

Halaman 2 dari 2
(rfs/imk)


Berita Terkait