Polisi Periksa Saksi-Ahli Terkait Dugaan Persekusi Warga Permata Buana

Firda Cynthia - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 00:14 WIB
Warga Permata Buana Dipersekusi, Lapor Polisi
Rumah warga Permata Buana, Toni 'didemo' setelah dirinya mengeluhkan soal jalan yang ramai di depan rumahnya ke wali kota (dok.istimewa)
Jakarta -

Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar) masih menyelidiki kasus dugaan persekusi dan pengusiran Hartono Prasetyo alias Toni (64), warga Perumahan Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat. Sejumlah saksi dan ahli dimintai keterangan polisi.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo mengatakan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Polisi selanjutnya akan meminta keterangan ahli pidana.

"Belum naik sidik (penyidikan). Terakhir sedang proses klarifikasi dan saksi ahli pidana," kata Kombes Ady Wibowo saat dihubungi wartawan, Senin (4/10/2021).

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakbar Kompol Joko Dwi Harsono mengatakan pihaknya masih mendalami laporan korban. Polisi masih mendalami apakah peristiwa yang dilaporkan itu mengandung unsur pidana atau tidak.

"(Laporan) sejak Maret, mungkin nanti kalau memangnya ada (unsur pidana), ya kita objektif aja. Kalau memang belum dapat unsur pidananya, ya kita belum bisa sampaikan status kan," kata Joko.

Joko kemudian mencontohkan kasus keributan warga dan sejumlah satpam kompleks Permata Buana yang terjadi beberapa waktu lalu. Polisi meningkatkan status satpam sebagai tersangka karena telah memenuhi unsur pidana.

"Tapi kalau yang memang nyata-nyata kayak yang--polisi kan ada videonya ada ininya (bukti)---ya itu kita itu, kita objektif aja. Ada beberapa kasus kalau yang belum cukup untuk dinaikkan ya kita nggak naikkan, kalau buktinya kuat sudah terpenuhi ya kita mainkan gitu aja," jelasnya.

Korban Diusir hingga 'Didemo'

Sebelumnya diberitakan, Toni melaporkan kejadian yang menimpa dirinya terkait adanya pengusiran oleh oknum RT dan beberapa warga setempat. Rumah Toni didatangi oknum RT dan beberapa warga, seusai dirinya menyurati Wali Kota Jakarta Barat yang mengeluhkan perihal jalan di depan rumahnya.

"Jadi ada oknum RT-RT dan masyarakat, RT itu tidak cuma satu, ada berapa lah, datang memaksa masuk pekarangan orang dalam keadaan terkunci," ujar Oktavianus saat dihubungi detikcom, Senin (4/10/2021).

Menurut Oktavianus, rumah kliennya itu didatangi beberapa warga dan oknum RT. Oktavianus mengatakan peristiwa terhadap kliennya itu tak ubahnya seperti didemo.

"(Toni) di dalam pagar, di pekarangan di rumah, pintu gerbangnya itu digoyang-goyang, kayak demo," ucapnya.

Toni kemudian keluar dan menemui warga bersama RT tersebut. Dalam video yang diterima, seorang sekuriti saat itu menjelaskan bahwa RT hendak menemui Toni, namun Toni tidak membukakan pintu dan malah masuk ke dalam rumah. Padahal, saat itu Toni hendak mengambil kunci pagar rumahnya.

"Klien saya sudah renta, sudah usia, dia pikir kok ramai-ramai mau apa? Mau keluar dia nggak jadi, lagi ngobrol di depan pintu tiba-tiba bergantung poster dua biji 'Usir Toni' pakai kardus gede, 'Usir Toni keluar dari sini, tinggal di hutan'," Oktavianus membacakan kembali tulisan di poster.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya

Tonton juga Video: Ribut-ribut Belasan Satpam dengan Warga Kompleks di Jakbar

[Gambas:Video 20detik]