Round-Up

Pengelola dalam Radar Polisi Usai Apartemen Jadi Sarang Prostitusi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 23:02 WIB
Internet search bar with phrase prostitution
Ilustrasi prostitusi (Foto: iStock)
Jakarta -

Penyidikan kasus prostitusi ABG di apartemen di Pulogebang, Jakarta Timur, terus berlanjut. Pengelola apartemen kini dalam radar polisi usai temuan beberapa unit yang dijadikan 'sarang' prostitusi.

Penyidikan ini bermula ketika polisi mengamankan 3 ABG perempuan yang dipaksa dijadikan PSK online oleh muncikari yang juga pelaku anak di bawah umur, pada Rabu (29/9) lalu.

Berdasarkan fakta di lapangan, ditemukan praktik prostitusi tidak hanya terjadi di 1 unit, melainkan di 6 unit. Mendasari temuan itu, polisi melakukan pemanggilan terhadap pengelola apartemen.

"Kita kan nggak cuma gerebek satu kamar. Hari Kamis (30/9) kita pengembangan ada beberapa kamar. Ada enam (kamar) kayaknya dalam satu tower," kata Kanit 4 Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Dedi saat dihubungi detikcom, Senin (4/10/2021).

Menurut Dedi, modus praktik prostitusi di enam kamar tersebut masih sama seperti kasus serupa yang telah diungkap polisi. Para pelaku memasarkan layanan itu lewat aplikasi media sosial.

"Ada yang pakai MiChat, ada yang pakai WeChat, ada yang pakai Line," terang Dedi.

Pengelola Apartemen Dipanggil

Polisi memanggil pengelola apartemen untuk meminta keterangan terkait praktik prostitusi tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah ada keterlibatan pengelola terkait praktik prostitusi ABG di lokasi.

"Kan dari situ ketahuan siapa yang bertanggung jawab terhadap lingkungan tersebut apakah ada keterkaitan dengan mereka atau tidak," terang Dedi.

Pengelola apartemen sudah dipanggil beberapa waktu lalu, tapi tidak datang. Polisi kembali memanggil pengelola untuk diperiksa hari ini, tapi hingga sore tadi pengelola belum datang memberikan keterangan.


Halaman selanjutnya, polisi ancam jemput paksa pengelola apartemen