Polisi Ancam Jemput Paksa Pengelola Apartemen Jaktim, Terkait Prostitusi ABG

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 16:49 WIB
Gedung Mapolda Metro Jaya
Gedung Polda Metro Jaya (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Polisi hari ini melayangkan panggilan kedua kepada pengelola apartemen di Jakarta Timur untuk diperiksa terkait kasus prostitusi ABG. Namun, hingga sore ini pengelola apartemen tersebut tidak kunjung memenuhi panggilan polisi.

"Belum memenuhi panggilan," kata Kanit 4 Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Dedi saat dihubungi detikcom, Senin (4/10/2021).

Panggilan hari ini merupakan pemanggilan kedua kepada pengelola. Sebelumnya, pada Jumat (2/10), pihak pengelola tidak memenuhi panggilan pertama dari kepolisian.

Menurut Dedi, sesuai mekanisme hukum yang berlaku, jika hari ini pihak pengelola tidak kunjung datang, pihaknya bakal melakukan jemput paksa.

"Kalau nggak datang ya perintah membawa," katanya.

Sekuriti Apartemen Diperiksa

Sejauh ini baru pihak sekuriti apartemen yang telah diperiksa polisi terkait kasus prostitusi ABG online. Polisi memerlukan keterangan pengelola untuk memastikan ada-tidaknya keterlibatan apartemen dalam kasus tersebut.

"Sementara yang sekarang ini pihak pengelolanya dulu satu orang dulu. Kan dari situ ketahuan siapa yang bertanggung jawab terhadap lingkungan tersebut apakah ada keterkaitan dengan mereka atau tidak," jelas Dedi.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya membongkar praktik prostitusi anak di bawah umur di sebuah apartemen di Jakarta Timur. Tiga anak perempuan berusia 16-17 yang jadi korban diamankan polisi di apartemen tersebut.

Kasus ini terungkap setelah polisi menyelidiki laporan dari ibu salah satu korban. Dalam laporannya ke polisi, sang ibu mengatakan anaknya tidak pulang ke rumah berhari-hari.

Ketiga remaja tersebut diketahui berusia 16 dan 17 tahun. Di lokasi tersebut, polisi juga menangkap dua ABG laki-laki berusia 17 tahun yang merupakan muncikari.

"Modusnya adalah mengajak anak korban menjadi pacar dan mengajak stay di apartemen. Selanjutnya menawarkan open BO (anak di bawah umur) dengan menggunakan aplikasi media sosial MiChat," ujar Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Pujiyarto dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (30/9).

(ygs/mea)