BNN Tegaskan Kratom Masuk Narkotika, Kalbar Ekspor ke Belanda

Antara - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 11:04 WIB
Sebagian besar masyarakat Kapuas Hulu mengantungkan hidupnya dari tanaman kratom, terlebih saat pandemi COVID-19. Tak terkecuali bagi Yohanes yus Ady, warga Bika, Kapuas Hulu.
Daun kratom (Rachman/detikcom)
Jakarta -

Eksistensi tanaman kratom di Indonesia masih menjadi kontroversi. Di sisi lain, kratom menjadi penggerak ekonomi masyarakat di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar).

Di tengah kontroversi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalbar mengekspor kratom langsung dari Kota Pontianak menuju Belanda.

"Hari ini kami melakukan kegiatan ekspor langsung dari Pontianak menuju Belanda dengan menggunakan maskapai milik pemerintah, Garuda Indonesia, dari Pontianak," ujar Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri dan PKTN Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kalbar, di Bandara Supadio Pontianak di Kubu Raya, seperti dilansir Antara, Rabu (29/9/2021).

Menurutnya, kegiatan ekspor ini menunjukkan kratom sebagai komoditas yang memiliki nilai jual tinggi.

Kegiatan ekspor kratom melalui Bandara Supadio Pontianak di Kubu Raya (ANTARA/Rian)Kegiatan ekspor kratom melalui Bandara Supadio Pontianak di Kubu Raya. (ANTARA/Rian)

"Ini membuktikan bahwa memang untuk komoditi kratom merupakan komoditi yang bernilai ekonomi sangat tinggi. Didukung oleh rekan-rekan Bea Cukai dan yang terkait dengan lintas sektoral, tentunya yang membawahi sektor ekonomi," kata Eko.

Menurutnya, Gubernur Kalbar Sutarmidji telah mengatakan bahwa pergerakan ekonomi Kalbar saat ini dalam tren positif. Disperindag mengajak mengawal momentum ini, salah satunya dengan tetap menjaga ritme kinerja ekspor.

"Kami bersama instansi lembaga terkait lainnya yang juga membantu dalam mengayomi PT Borneo Titian Berjaya (BTB) dengan mulai membuka jalur pengirim langsung ke Belanda," katanya.

Ia mengatakan Belanda maupun Uni Eropa memiliki standar sangat tinggi.

"Masuk ke pasar mereka tentunya harga juga terdongkrak naik. Banyak keluhan sekarang harga turun dan harga rendah jauh dari ekspektasi. Setelah kami teliti, salah satu penyebab utamanya adalah standar mutu yang tidak terjaga," katanya.

Dia mengatakan sebelumnya terjadi banyak penolakan kratom di Amerika Serikat (AS) yang mempengaruhi nilai jual kratom di sana.

"Tetapi alhamdulillah hari ini kita bisa tembus pasar Eropa, khususnya Belanda. Dan ini menjadi titik awal kita untuk melakukan penetrasi ke negara Eropa lainnya. Tidak hanya Belanda, nanti bisa ke Polandia, bisa ke Jerman," ujarnya.

Untuk menembus pasar Eropa, pihaknya melakukan komunikasi dengan atase perdagangan di negara yang terkait.

"Ini sudah kita komunikasikan juga dengan beberapa atase perdagangan di negeri yang terkait dan mereka menyambut baik selama komoditi ini menjadi andalan para petani khususnya petani di Kalbar," katanya.

Kontroversi Kratom

Gubernur Kalbar, Sutarmidji, bakal menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait eksistensi tanaman kratom yang jadi kontroversi. Bagi Sutarmidji, tanaman kratom merupakan komoditas unggulan ekspor dari Kabupaten Kapuas Hulu.

"Kemarin saya sudah bilang ke Menteri Pertanian dan beliau akan bicara dengan presiden," ujar Sutarmidji dilansir dari Antara, Minggu (19/9).

Sutarmidji sendiri sudah mengumpulkan sejumlah data soal tanaman kratom. Surat ke Jokowi akan segera menyusul.

Sutarmidji menyebut tanaman kratom sering kali dikaitkan dengan ganja, padahal efeknya berbeda.

Simak kontroversi kratom di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'Pro-Kontra Daun Kratom, Komoditas Petani Kapuas Hulu yang Tuai Kontroversi':

[Gambas:Video 20detik]