Penjelasan RW di Jakbar soal Permintaan Rp 10 Juta ke Warga Bangun Rumah

Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 16:31 WIB
Ketua RW Perumahan Permata Buana, Amir menjelaskan soal uang Rp 10 juta yang dimintakan ke warga bangun rumah
Ketua RW Perumahan Permata Buana, Amir, menjelaskan soal uang Rp 10 juta yang dimintakan ke warga bangun rumah. (Karin/detikcom)

Disimpan di Rekening Kas RW

Amir mengungkapkan uang tersebut nantinya akan disetorkan ke kas rekening RW. Selain uang jaminan, ada uang kontribusi senilai Rp 5 juta yang dimintakan ke warga.

"Jadi gini, yang Rp 5 juta itu boleh dibilang uang kontribusi ke lingkungan. Itu intinya saya pikir itu hal yang wajar dan itu langsung disetor ke rekening RW kok. Sementara uang Rp 10 juta itu deposit, deposit itu apa? Dalam orang membangun sering-sering itu merusak fasilitas umum," kata Amir.

Amir menjelaskan, jika nantinya pembangunan selesai dan warga ingin mengambil uang jaminan tersebut, akan dicek terlebih dahulu. Nantinya akan dicek kebersihan, saluran air, dan tong sampah sekitar.

Pihak RW mempunyai daftar yang nantinya di-check list serta ditandatangani. Jika semuanya dirasa sudah layak dan tidak merugikan, akan diurus ke bagian keuangan dan dijadwalkan untuk pengembalian dana deposito melalui transfer.

"Semua dikembalikan dan uang itu tidak pernah kita pakai, namanya uang jaminan proyek. Di kita itu ada di deposito bukan di suatu rekening yang aktif. Kita nggak sentuh itu uang," jelas Amir.

Diminta Uang Jaminan Rp 10 Juta

Sebelumnya, warga bernama Candy menyebutkan dirinya disodori surat yang berisi kewajiban membayar uang izin membangun dan uang jaminan membangun baru ia terima saat proyek renovasi rumahnya selesai. Besaran uang itu mencapai Rp 5-10 juta.

"Itu muncul setelah proyek saya diberhentikan. Jadi memang sampai, munculnya di belakangan. Jadi yang saya pertanyakan juga kenapa munculnya di belakang, sedangkan saya melakukan pembangunan itu sejak 2020," katanya.

Candy mengklaim tetap membayarkan kewajiban itu. Namun dia menyebut proyek renovasi rumahnya masih dihalangi oleh pihak satpam setempat.

"Ada di surat perintah yang dipegang yang dijadikan patokan oleh para satpam menghentikan proyek (pembangunan) oleh saya," katanya.


(mea/fjp)