Satpam Kompleks Jakbar Bantah Pungli Warga soal Ribut-ribut Hadang Mobil

Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 15:29 WIB
Komandan Regu II Satpam Kompleks Permata Buana Budiarto, menjelaskan soal ribut-ribut dengan warga.
Komandan Regu II Satpam Kompleks Permata Buana Budiarto (Karin/detikcom)
Jakarta -

Satpam kompleks Perumahan Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat, membantah adanya pungutan liar (pungli) kepada warga. Pihak satpam mengaku menghalau mobil proyek masuk ke kompleks karena ada perintah dari pihak RW.

"Kami nggak ada sama sekali (pungli) dan kami diperintahkan tidak minta kepada warga. Saya juga minta kepada satpam agar tegas, saya minta ke satpam agar patuh SOP," ujar Komandan Regu II Satpam Kompleks Permata Buana, Budiarto, saat ditemui di lokasi, Kamis (23/9/2021).

"Jadi kalau minta uang, itu nggak ada. Saya jamin nggak ada, saya berani jamin akan hal itu," sambungnya.

Budiarto kemudian menjelaskan soal penghalauan mobil pikap berisi tanaman hias yang dipersoal oleh warga bernama Candy. Menurut Budiarto, sudah ada aturan pelarangan mobil pikap untuk keperluan proyek jauh sebelum dirinya bekerja sebagai satpam.

Untuk diketahui, Candy saat itu hendak membawa masuk tanaman hias yang diangkut mobil pikap. Candy juga sedang merenovasi rumahnya saat itu.

"Kita ini baru di sini sejak 1 Agustus 2021 dan itu sudah ada aturan dari sebelum kita. Itu perintah sudah dikeluarkan oleh pengurus sejak kami sebelum di sini. Karena laporan-laporan ini, itu sudah ada sejak sebelum saya di sini," kata Budiarto.

Kemudian, dia juga mengatakan kejadian keributan seperti ini sudah sering kali terjadi. Kejadian pada Senin (20/9) itu merupakan kejadian yang cukup parah hingga membuat rekannya mengalami mental drop.

"Kawan kami ada beberapa mentalnya drop. Karena apa, kaget. Artinya, mungkin mereka nggak pernah ada kejadian sampai dibawa ke polisi. Karena tugas kita menghentikan kendaraan yang bawa barang masuk ke tempat dia," ucap Budiarto.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya