Sidang Praperadilan Yahya Waloni Digelar Besok

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 12:31 WIB
Yahya Waloni
Yahya Waloni (Dok. tangkapan layar di YouTube)
Jakarta -

Sidang praperadilan perdana Yahya Waloni atas penangkapan dan status tersangkanya terkait kasus dugaan penodaan agama, digelar besok. Kuasa hukum Yahya Waloni, Abdullah Al Katiri, menyebut agenda sidang besok adalah pembacaan permohonan.

"Besok sesuai jam 09.30 WIB, ini kan sidang pertama ya pembacaan permohonan dari kami, kemudian mereka menjawab," kata Al Katiri kepada wartawan, Minggu (19/9/2021).

Al Katiri menerangkan, praperadilan ini dilakukan untuk menguji terkait prosedur penangkapan terhadap kliennya yang dilakukan oleh Polri. Menurut Al Katiri, penangkapan tanpa pemanggilan terlebih dahulu semestinya tidak dilakukan, mengingat kliennya itu bukan teroris atau tindak pidana korupsi yang membahayakan orang banyak.

"Ya begini sebenarnya untuk proses, itu kan harus sesuai dengan undang-undang sesuai dengan KUHAP ya, yang bisa ditangkap langsung kan, tertangkap tangan atau mungkin tindak pidana ya membahayakan orang banyak, maksudnya seperti teroris atau korupsi dan sebagainya yang merugikan negara, itu mungkin dimungkinkan," ujar Al Katiri.

"Kalau ini kan harusnya melalui proses yang sesuai dengan undang-undang, yaitu adanya pemanggilan, bahkan pemanggilan itu 3 kali ya, pertama, kedua, ketiga, tidak ada laporan itu," imbuhnya.

Al Katiri mengatakan prosedur penangkapan terhadap Yahya Waloni perlu diuji di praperadilan. Nantinya, majelis hakim akan memutus apakah permohonan kliennya ini ditolak atau diterima.

"Karena ini langsung ditangkap dan sebagainya, maka diuji, apakah benar langkah-langkah mereka ini, kalau memang langkah-langkah ini benar permohonan kami akan ditolak, tapi kalau benar ya kemungkinan diterima," tuturnya.

Sebelumnya diketahui, tersangka kasus dugaan penodaan agama, Yahya Waloni, mengajukan permohonan praperadilan. Permohonan praperadilan itu didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

"Telah mendaftarkan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pagi ini," ujar Abdullah Al Katiri, kepada wartawan, Senin (6/9).

Dia kemudian menjelaskan alasan pengajuan praperadilan itu. Salah satunya, kata Al Katiri, putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Alasan diajukan permohonan tersebut adalah berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014 yang pada pokoknya menyatakan bahwa lembaga praperadilan berwewenang untuk menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka sebagai pintu masuk upaya paksa lainnya seperti penangkapan, penahanan, maupun penyitaan," ucapnya.

Simak juga 'Yahya Waloni Sakit, Status Penahanannya Dibantarkan':

[Gambas:Video 20detik]