Polisi: Pendemo di PT DKI Simpatisan HRS, Ngakunya Mau Beri Doa

Adhyasta Dirgantara, Nahda Rizki - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 14:51 WIB
Kapolsek Cempaka Putih Kompol Ade Rosa (Dyas/detikcom)
Kapolsek Cempaka Putih Kompol Ade Rosa (Dyas/detikcom)
Jakarta -

Polisi menyebut massa yang hendak demo di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, merupakan simpatisan Habib Rizieq Shihab (HRS). Ada sekitar ratusan orang yang datang ke lokasi.

"Sepertinya begitu," ujar Kapolsek Cempaka Putih Kompol Ade Rosa saat ditanya apakah massa ini pendukung HRS, ditemui di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Senin (30/8/2021).

Ade mengatakan para simpatisan datang ke lokasi untuk memberikan dukungan berupa doa kepada HRS. Namun, menurut Ade, massa tidak perlu berkerumun datang ke lokasi untuk memberi doa.

"Iya memberikan dukungan. Alasannya, dia mau memberi dukungan dengan doa. Kalau doa jangan di sini juga bisa," tuturnya.

Sementara itu, Ade menyebut para simpatisan HRS belum sempat menggelar demo di depan PT DKI. Dia menjelaskan, polisi berhasil mengadang mereka di Perempatan Cempaka Putih.

"Mereka sudah menuju sini, tapi dijegat di Coca Cola. Iya dijegat duluan, tidak sampai ke objek," imbuh Ade.

Diketahui, massa pendukung Habib Rizieq Shihab menggelar demo terkait putusan banding kasus swab RS Ummi, Bogor. Massa long march dari arah Perempatan Cempaka Putih hendak menuju ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Cempaka Putih, Jakpus.

Demo itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, massa datang berjalan kaki menuju PT DKI Jakarta. Lalu lintas saat itu tampak tersendat.

Belasan orang juga ditangkap dari peristiwa ini. Ada juga simpatisan yang kepalanya terluka.

20 Orang Diamankan

Polisi menghalau pendemo dengan tembakan gas air mata. Total ada 20 orang diamankan di lokasi.

"Jumlah massa yang diamankan ada sekitar 20 orang dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan," ujar Ade Rosa.

Ade Rosa menjelaskan, ada ratusan orang mengaku pendukung HRS yang berdemo di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Massa terpencar di beberapa titik.

"Ratusan mungkin ya, karena mereka juga terpencar-pencar. Ada di Coca Cola, ada di Jalan Cempaka Putih Timur," ucap Ade.

Mereka ditangkap karena dinilai melakukan perlawanan, seperti melempar batu. Padahal, menurut Ade, polisi sudah mengimbau mereka untuk mundur.

"Ya karena melakukan perlawanan terhadap petugas pada saat diimbau untuk mundur atau pergi dari objek. Melakukan lemparan batu kepada petugas," sambung Ade.

Sejumlah polisi dilaporkan terluka akibat lemparan batu.

Tonton Video: 20 Massa Pendukung HRS Ditangkap, Sempat Lempar Batu ke Petugas

[Gambas:Video 20detik]

(mea/bar)