Diganti Usai Gaduh Prank Rp 2 T Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Pamit

M Syahbana - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 13:09 WIB
Kapolda Sumsel, Irjen Eko Indra Heri (dok. Polda Sumsel)
Foto: Kapolda Sumsel, Irjen Eko Indra Heri (dok. Polda Sumsel)
Palembang -

Kapolda Sumsel, Irjen Eko Indra Heri, memberikan penghargaan kepada jajarannya di akhir masa jabatannya. Dia juga pamit untuk melaksanakan tugas di tempat baru.

Hal itu disampaikan Irjen Eko dalam acara pemberian penghargaan kepada anggota Polda Sumatera Selatan, Polrestasbes dan Polres Jajaran di halaman Mapolda Sumsel, Palembang, Senin (30/8/2021).

"Saya di sini mengucapkan terima kasih atas kerja sama antara anggota hingga PNS jajaran Polda Sumsel karena di sini, saya ingin pamit pergi guna ditugaskan di tempat yang baru," kata Irjen Eko di Palembang, Senin (30/8/2021).

Dia berharap jajaran Polda Sumsel terus bekerja keras siapapun yang menjadi Kapolda Sumsel nantinya. Dia mengingatkan anggota Polda Sumsel untuk terus mengukir prestasi.

Eko mengatakan dirinya kenal baik dengan Irjen Toni Hermanto yang ditunjuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolda Sumsel.

"Saya sangat kenal baik dengan bapak Irjen Pol Toni Harmanto dan saya yakin di bawah kepimpinannya Polda Sumsel akan semakin berkembang hingga ke Polrestabes dan Polres jajaran," ucapnya.

"Saya ucapkan salam perpisahan dan saya doakan semuanya yang ada di Polda Sumsel akan sukses dengan mengukir prestasi membanggakan," sambung Eko.

Gaduh Prank Hibah Rp 2 T dari anak Akidi Tio

Janji sumbangan sebesar Rp 2 T ini diterima oleh Kapolda Sumsel Irjen Eko Inda Heri dari keluarga Akidi Tio secara simbolis pada Senin (26/7/2021). Dana hibah itu ditujukan untuk penanganan COVID-19.

Pemberian dana hibah triliunan rupiah itu disaksikan Gubernur Sumsel Herman Deru dan Dandrem Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Jauhari Agus. Pemberinya merupakan keluarga pengusaha asal Aceh, almarhum Akidi Tio, yang diwakili oleh anaknya, Heryanty.

"Dana tersebut diberikan salah seorang keluarga yang saya kenal sewaktu masih tugas di Aceh. Dan sekarang dia ingin membantu warga Sumsel yang terdampak COVID-19," kata Irjen Eko Indra, Senin (26/7).

Namun belakangan, dana yang dijanjikan tak kunjung cair. Polisi memanggil anak Akidi Tio, Heryanty. Setelah diklarifikasi, duit yang dijanjikan itu ternyata tak ada alias saldo tak cukup.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga melakukan analisis dan pemeriksaan terkait dana sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio. PPATK menyimpulkan bilyet giro Rp 2 triliun itu tidak ada.

"Sampai hari kemarin, kami sudah melakukan analisis dan pemeriksaan, dan dapat disimpulkan kalau uang yang disebut dalam bilyet giro itu tidak ada," ujar Kepala PPATK Dian Ediana Rae kepada wartawan, Rabu (4/8).

Simak juga video 'Polisi Masih Periksa Beberapa Saksi untuk Tetapkan Pasal Ke Anak Akidi Tio':

[Gambas:Video 20detik]