detikcom Do Your Magic

Jembatan Reyot di Kebon Jeruk Jadi Beton, Warga Tak Khawatir Lagi Terjatuh

Nur Aziza - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 13:40 WIB
Jakarta -

Salah satu jembatan bambu di permukiman warga Jalan Swadaya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, direnovasi oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta menjadi jembatan beton. Warga sekitar jembatan mengaku sudah tak khawatir lagi karena jembatannya sudah tampak kokoh.

Jembatan dengan panjang 12,7 meter dan lebar 1 meter ini menjadi penghubung antarpermukiman di Jl Sang Timur dan Jl Swadaya, Kebon Jeruk. Jembatan ini sebelumnya dibangun dengan bambu dan kayu, tetapi kini sudah direnovasi menjadi jembatan beton.

Salah satu warga berkediaman di depan Jembatan, Sri (55), mengaku sudah lebih tenang, tidak waswas lagi, karena jembatannya sudah tampak kuat.

Warga Kebon Jeruk dekat jembatan bambu reyot, SriWarga Kebon Jeruk dekat jembatan bambu reyot, Sri. (Nur Aziza/detikcom)

"Lewat juga nggak perlu takut, kalau dulu kan kalau mau lewat kadang-kadang mikir dulu, ah mau mutar jauh, mau lewat sini (jembatan) takut gitu, jadi kan repot kan, kalau sekarang kan keker jadi tidak ragu-ragu lagi," kata Sri saat ditemui detikcom di lokasi, Senin (2/8/2021).

Saat jembatannya terbuat dari bambu, warga sekitar tak jarang terjatuh. Terlebih anak-anak kecil, kata Sri, sering melewati jembatan sehingga warga sekitar takut terjadi sesuatu karena jembatan di Kebon Jeruk itu, dulu tidak kuat hanya terbuat dari bambu dan kayu.

"Alhamdulillah sih ya jadi nggak waswas gitu, kalau biasanya kan dulu kan bambu reyot gitu kalau anak-anak lewat saja kadang kita yang tua ngelihatnya gimana sih takut saja gitu lho, takut anak jatuh, sudah sering ada yang ini juga kepleset apa jatuh, cuma nggak jatuh nyemplung ke sana, nggak, tapi keperosot kayaknya kakinya satu," ujar Sri

Kejadian warga yang terpeleset hingga jatuh pun, kata Sri, syukurnya tidak sampai ke kali, tetapi hanya kakinya tersangkut di antara bambu-bambunya.

"Iya, cuma kalau lewat ramai-ramai nggak berani karena kan goyang, jadi kalau misalnya kadang-kadang ibu-ibu nyebrang ke sana kalau ada keperluan ke sana (Jl Swadaya), yang sering kan dari sana ke sini, itu waswas gitu, kalau sekarang ya alhamdulillah sudah keker," ucap Sri.

Warga Kebon Jeruk dekat jembatan bambu reyot, SuniartoWarga Kebon Jeruk dekat jembatan bambu reyot, Suniato (Nur Aziza/detikcom)

Kejadian warga terjatuh saat jembatan masih menjadi bambu pun diceritakan warga lainnya di lokasi. Suniato (45) mengatakan pernah ada warga yang jatuh dari jembatan bambu dan hanyut masuk ke kali. Untungnya, warga itu tak terbawa arus karena terjatuh di pinggir jembatan.

"Waktu itu pernah sempat apa sih hanyut ya pas nyebrang, untungnya nggak di tengah sih, di pinggir. Terus ada yang lihat ya senggak-nggaknya ditolonglah, takutnya anak kecil yang lewat kita nggak tahu gitu kan, ini sudah jadi (beton), ada bagusnya," ujar Suniato.

Suniarto mengucapkan terima kasih kepada pihak yang membangun jembatan beton ini. Menurutnya, jembatan beton ini membantu warga sekitar dan membuat warga tak khawatir lagi jatuh karena sudah tidak terbuat dari bambu.

"Memang di sini ramai ya, memang itu kan fasilitas umum, bukan kita pribadi gitu. Kalau di sini alhamdulillahnya kebantu karena adanya jembatan ini, kita ya terima kasih dari mana yang kita bantu, yang bantu kita warga sini ya kita ucapkan terima kasih, ngucapin terima kasih karena mungkin bukan saya pribadi ya mungkin masyarakat sini banyak yang biasanya jembatan bambu nih kadang kakinya inilah yang intinya kalau orang jawa apa sih keblowok, bahasa Indonesia-nya apa tuh, iya kan," jelas Suniato.