Fasilitas RS Lapangan Tembak Surabaya Dinilai Ideal Rawat Pasien Corona

Erika Dyah - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 19:24 WIB
Punya Kapasitas 1.000 Bed, RS Lapangan Tembak Ideal Rawat Pasien Corona
Foto: Dok. DPRD Surabaya
Jakarta -

Pemerintah Kota Surabaya didukung melakukan percepatan penanganan COVID-19 dengan mengoperasikan RS Lapangan Tembak (RSLT). Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti menilai fasilitas dan ruangan di RSLT itu sangat ideal untuk merawat pasien COVID-19

Menurutnya, gedung dua lantai yang cukup luas itu sudah ideal untuk dijadikan RS Darurat dalam rangka percepatan penanganan lonjakan COVID-19 di Surabaya. Hal ini dia ungkapkan usai melakukan tinjauan langsung terkait kesiapan pengoperasian RS Lapangan Tembak tersebut

"Ini langkah cepat Pemkot yang patut diapresiasi bersama. DPRD akan men-support penuh," kata Reni dalam keterangan tertulis, Senin (11/7/2021).

Lebih lanjut, dia menilai gedung tersebut cukup luas dan representatif untuk rumah sakit lapangan. Secara infrastruktur dan fasilitas, ia juga menilai RSLT sudah memadai dan ideal dengan adanya kapasitas mencapai 1.000 bed.

Reni menerangkan Gedung Lapangan Tembak itu akan menangani pasien dengan gejala ringan hingga sedang. Nantinya, pasien yang bergejala ringan dan tidak memungkinkan isolasi di rumah dapat melakukan isolasi di RSLT.

"Pasien dari RS yang sudah melewati masa kritis dan keadaannya membaik juga bisa dirujuk ke sini. Agar tempat mereka bisa diganti dengan warga lain yang lebih membutuhkan bantuan medis," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan RS Lapangan Tembak akan diisi oleh setidaknya 150 tenaga kesehatan dengan kapasitas bed mencapai 1.000. Namun, pada tahap awal tersedia 400 bed yang berada di beberapa area.

Setiap pasien yang masuk akan melalui proses screening di IGD RS Lapangan Tembak. Screening dari dokter akan meenentukan penempatan ruang pasien di gedung dua lantai tersebut. Untuk pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) akan ditempatkan di lantai dua, sedangkan pasien dengan gejala ringan hingga sedang akan ditempatkan di lantai satu.

Sebagai informasi, RS Lapangan Tembak terdiri dari beberapa ruangan seperti IGD, radiologi, farmasi, laboratorium, ruang perawat, dan gedung rawat inap pasien yang terdiri dari area A hingga E. RS Darurat ini juga memiliki fasilitas kamar mandi yang sangat layak untuk pasien.

Reni menyebutkan Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (DPRPCKTR) Kota Surabaya, Iman Krestian juga akan berkoordinasi dengan dokter terkait dengan kelengkapan fasilitas RSLT.

Dalam kesempatan ini, Reni juga menyoroti kebutuhan warga terpapar COVID-19 di Surabaya yang belakangan semakin meningkat. Sehingga kebutuhan akan layanan RS menjadi sangat tinggi.

Ia pun mengungkap hampir semua rumah sakit menutup IGD karena daya tampung yang sudah maksimal. Hal ini membuat warga yang terpapar COVID-19 banyak yang tidak mendapatkan pertolongan di waktu yang tepat. Sehingga berakibat lebih buruk, hingga meninggal.

Untuk itu, ia menilai permasalahan tersebut membutuhkan penanganan hulu sampai hilir. Dari sisi hilir, perlu dilakukan penyediaan ruang isolasi atau ruang perawatan darurat. Termasuk penyiapan RSLT yang tak lain merupakan pengembangan dari RSUD Soewandhie.

Ia pun berharap masyarakat dapat ikut berpartisipasi mengendalikan penyebaran COVID-19. Sebab menurutnya, pandemi harus dihadapi bersama-sama dengan penuh kesadaran dari warga untuk ikut mendukung protokol kesehatan dan mematuhi PPKM.

"Pemkot sudah totalitas menyediakan RSLT ini," ungkap Reni.

Sementara itu, anggota Komisi D Herlina Harsono Njoto mengatakan keberadaan RS Lapangan Tembak sudah banyak diketahui oleh warga melalui pemberitaan. Untuk itu, perlu dilakukan antisipasi serbuan lonjakan warga terkonfirmasi positif COVID-19 yang belum mendapatkan penanganan dari rumah sakit maupun tempat isolasi.

"Daya tampung awal 150 dari kapasitas 500. Tapi bisa saja warga yang datang lebih dari itu," ujar Herlina.

Herlina mengatakan jika nantinya RS Lapangan Tembak penuh, pihaknya tetap berharap warga yang datang agar tidak ditolak.

"Saya berharap RS Lapangan Tembak meskipun nantinya penuh, tidak menolak warga yang datang, andaikata warga dinyatakan harus isoman di rumah, bisa dilakukan pemeriksaan awal dan warga diberi obat vitamin," imbuhnya.

Selain itu, Herlina juga meminta Pemkot Surabaya untuk tetap memperhatikan fisik maupun psikologis para nakes agar mereka tetap prima. Menurutnya, nakes merupakan garda terdepan dalam penanganan COVID-19.

(akd/ega)