Stok Vaksin COVID-19 Habis, Pemkot Surabaya Masih Ajukan ke Kemenkes

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 12:52 WIB
vaksinasi di surabaya
Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Stadion Tambaksari tidak lagi digelar. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, saat ini tengah kehabisan vaksin COVID-19.

Pihaknya sudah mengajukan kembali ke kemenkes dan diharapkan segera datang ke Surabaya dan langsung dilakukan vaksinasi kembali. Saat ini, beberapa puskesmas hanya melayani vaksin dosis 2. Seperti di Puskesmas Klampis Ngasem, Tambakrejo, Banyu Urip.

"Kalau kita dengan adanya vaksin dengan jumlah besar ya seminggu habis, 5 hari habis. Masalahnya sekarang vaksinnya habis, kita lagi menunggu dari kemenkes. Saya minta doanya dari warga Kota Surabaya bisa cepat turun (Vaksin) banyak, sehingga kita bisa langsung selesaikan untuk (Anak-anak) sekolah dan warga lagi nanti," kata Wali Kota Eri kepada wartawan, Senin (12/7/2021).

Eri mengatakan pihaknya mengajukan sekitar 1 juta dosis vaksin. Jika 1 juta vaksin nantinya tiba, maka bisa dihabiskan dalam waktu 20 hari dengan target 40-50 vaksin/hari.

"Kita minta tambah ke kemenkes sekitar 800 ribu hampir 1 juta. Sehingga 1 juta ini kalau kita bisa lakukan dalam 1 hari 50 ribu atau 40 ribu, berarti kita menghabiskan waktu 20 hari untuk seluruh warga Surabaya sudah bisa vaksin tahap 1. Tapi hari ini kita menunggu vaksin itu," jelasnya.

Untuk target sasaran sendiri, jelas dia, mulanya hanya untuk usia 18 tahun ke atas. Namun kini juga bisa untuk 12 tahun ke atas. Jika nantinya vaksin nanti lagi akan dibagi, antara ke warga dan siswa.

"Kan target kita bertambah ketika ada 12 tahun ke atas, awalnya 18 ke atas, terus nambah untuk 12 tahun ke atas. Nanti kita akan bagi vaksin yang datang. Kalau nanti sudah datang akan kita bagi," ujarnya.

Nantinya, pelaksanaan vaksinasi juga akan dibuat sistem undangan seperti siswa kemarin Minggu (11/7). Warga dari setiap kelurahan akan diberi undangan agar tidak tidak ada antre panjang dan peserta akan jauh lebih rapi saat akan suntik vaksin.

"Kita akan buatkan sistem undangan. Jadi kelurahan A, B, C warganya kita kasih undangan. Jadi lebih rapi. Kalau perusahaan, saya tanya berapa jumlah pegawainya undangannya hari apa. Kemarin kita lihat (vaksin anak) berdasarkan undangan lancar, tidak ada kerumunan, nggak ada antrean, kan datangnya per jam. Kalau undangan jam 5 datangnya pagi atau siang ya antre. Saya harapkan, nanti saya buat undangan untuk warga Surabaya," pungkasnya.

Simak video 'Akan Ada 93 Juta Dosis Vaksin Jadi Sinovac dalam Sebulan ke Depan':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)