5 IGD RS di Surabaya Berlakukan Sistem Buka Tutup Usai Lockdown

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 16:07 WIB
14 IGD RS di Surabaya sempat lockdown karena pasien COVID-19 overload. Kini, beberapa RS memberlakukan sistem buka tutup untuk pasien.
Foto: Tangkapan Layar
Surabaya -

14 IGD RS di Surabaya sempat lockdown karena pasien COVID-19 overload. Kini, beberapa RS memberlakukan sistem buka tutup untuk pasien.

Seperti di RS National Hospital Surabaya yang memberlakukan sistem buka tutup untuk pasien COVID-19. Sebab, pasien Corona dinamis antara keluar dan masuk.

"Kamis sistem buka tutup, jika sudah penuh akan ditutup. Jika ada (Ruangan), pasien bisa masuk sesuai dengan waiting list," kata Marketing National Hospitas, Valen saat dihubungi detikcom, Senin (12/7/2021).

IGD RS Premier Surabaya yang kembali mengumumkan penutupan sementara. Hal tersebut diinformasikan melalui media sosial Instagram @rspremiersurabaya.

"Untuk pemaksimalan pelayanan kami, IGD Red Zone tutup di tanggal 12-14 Juli 2021," tulisnya.

Kemudian RS Adi Husada Undaan Wetan yang juga menerapkan sistem buka tutup. Namun untuk sementara ini IGD sedang penuh pasien COVID-19.

"Antrean masih ada, kita tidak tutup total, kita juga tidak pernah menutup pelayanan. Sistemnya buka tutup," ujar Humas RS Adi Husada Undaan Wetan, Johan Soesanto.

Baca juga: RS Unair Tetap Bertahan Layani Pasien Corona Meski 50 Nakes Terpapar COVID-19

Di IGD RS Islam (RSI) Jemursari Surabaya, tidak sepenuhnya tutup total seperti 3 Juli lalu. Pihaknya masih menerima pasien dengan kondisi sedang hingga berat. Sebab, pihak RSI Jemursari sendiri juga memperhitungkan SDM yang ada.

"IGD kami tidak sepenuhnya tutup total. Kemarin saya menginfokan untuk tidak melayani atau menerima covid dulu, karena stagnan di IGD overload, tenaga juga overload, yang tumbang juga banyak. Meskipun kemarin IGD tutup sementara tidak melayani pasien covid, tapi kita mengurai di dalam. Pasien tetap ada, true emergency ada, dari kolega, yayasan, dari NU banyak yg datang kesini. Sehingga kami mengurai yang prioritas emergency, true emergency dulu. Baik true emergency dengan covid atau non covid," kata Wakil Direktur Layanan Medis dan Keperawatan RSI Jemursari, dr Dyah Yuniati.

Dyah mengatakan, IGD RSI Jemursari sudah dibuka kembali. Namun saat ini pun kondisinya overload. Oleh karena itu, dia meminta pasien ringan untuk tidak datang ke IGD dan isolasi mandiri sesuai pedoman dari Kemenkes dan RS

"Dan pasien sedang berat mohon ada koordinasi dengan satgas covid jatim atau pemkot, RS Lapangan juga sudah dibuka. Sehingga bisa membantu kami yang di RS yang memang tenaga kami sudah overload, kalau dipaksa bekerja berlebihan malah nanti sakit semua dan tidak bisa melayani secara total dan bisa berakibat fatal," jelasnya.

Selain itu, masih ada IGD RS yang tutup sementara akibat overload pasien COVID-19. Seperti RS PHC Surabaya, saat ini belum bisa menerima pasien baru karena masih waiting list.

"Untuk saat ini belum bisa menerima pasien baru karena masih mengoptimalkan layanan. Kondisi saat ini dapat kami sampaikan masih penuh. Untuk pasien RIK yang sudah sembuh dan keluar RS, tempat terisi kembali dari IGD Red Zone yang saat ini juga masih waiting list 10-15an pasien," urai Humas PHC Surabaya, Irfan Prayogo.

Simak juga 'Ricuh Operasi PPKM di Surabaya Hingga Pemilik Warkop Jadi Tersangka':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)