Somasi Deddy Corbuzier, PJS Minta Podcast 'Orang Gila Bebas Covid' Di-take Down

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 16:23 WIB
Jumpa pers Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) saat membacakan somasi kepada Deddy Corbuzier
Jumpa pers Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) (YouTube PJS)
Jakarta -

Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) dan sejumlah organisasi penyandang disabilitas melayangkan somasi kepada Deddy Corbuzier dan komika Mongol Stres atas podcast 'ORANG GILA BEBAS COVID' di akun YouTube Deddy Corbuzier. Mereka meminta unggahan itu ditarik karena menyinggung kelompok penyandang disabilitas mental.

"Dalam dialog antara Deddy Corbuzier dan Mongol di Deddy Corbuzier podcast, Mongol mengatakan, 'Rumah sakit jiwa di seluruh dunia belum ada satu pun yang terpapar COVID'. Selain itu, ia melanjutkan percakapan dengan mengatakan, 'Orang gila nggak ada yang pakai masker sampai hari ini'. Judul podcast tersebut juga menyesatkan: "ORANG GILA BEBAS COVID"," demikian pernyataan PJS dkk dalam tayangan YouTube PJS, Rabu (30/6/2021).

Pernyataan sikap itu dibacakan oleh tiga orang perwakilan. Mereka adalah pendiri Komunitas Borderline Personality Disorder Indonesia Reggie Pranoto, penyintas skizofrenia J Anam, dan penyintas bipolar disorder sekaligus perwakilan PJS Jakarta, Ratna Dewi.

Mereka kemudian menyoroti sebutan 'orang gila' dalam podcast Deddy Corbuzier itu. PJS menilai panggilan 'orang gila' seharusnya ODGJ.

"Sebutan 'orang gila' sudah tidak pantas digunakan untuk orang yang memiliki masalah kejiwaan. Penyebutan yang etis dan bermartabat adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)/penyandang disabilitas mental (PDM)," kata dia.

PJS dkk juga menegaskan ODGJ tidak berhubungan dengan kekebalan terhadap COVID-19. Pernyataan ODGJ sulit terpapar COVID-19, kata PJS, adalah pernyataan yang tidak benar.

"ODGJ/PDM tidak ada hubungannya dengan kekebalan terhadap COVID-19. Menganggap ODGJ/PDM sulit terpapar COVID-19 merupakan kesesatan ilmu pengetahuan dan logika berpikir karena telah memberikan informasi, data, dan fakta yang menyesatkan," katanya.

"ODGJ/PDM sama dengan orang-orang pada umumnya. Dengan demikian sama rentannya untuk terkena COVID-19 sewaktu-waktu. ODGJ/PDM juga sangat membutuhkan vaksin COVID-19 dan akses medis lainnya untuk pencegahan serta penyembuhan terkait dengan COVID-19," lanjutnya.

Selain itu, PJS dkk menyoroti pernyataan Mongol yang mengatakan, "Orang gila mau ngomongin apa, orang dua-duanya sedeng, iya, kan?", "Dua orang gila ketemu, nih, dua orang gila ketemu. Mongol kemarin di Cilandak. Dua orang gila itu ketemu, papasan. Nggak ada yang pakai, 'Eh, what's up, dari mana, Bro?', nggak ada begitu. Padahal mungkin di rumah sakit sekamar, lho." PJS menilai cemoohan itu merendahkan.

"Cemoohan semacam itu telah merendahkan martabat ODGJ/PDM dan membuat para penyandangnya merasa marah, dilecehkan, terhina, dianggap tidak memiliki akal, tidak bisa berpikir, tidak tahu cara berkomunikasi dan bersosialisasi, tidak memiliki bahan percakapan, dan tidak dihargai sebagai manusia, dianggap bodoh, serta bisa menjadi pemicu hilangnya rasa kepercayaan diri," kata dia.

Simak respons Deddy Corbuzier pada halaman selanjutnya.

Tonton juga Video: Gegara Catur, YouTube Deddy Corbuzier Pecahkan Rekor Penonton Live

[Gambas:Video 20detik]