170 ODGJ Corona di Sulsel Sembuh, Dokter: Mereka Tak Stres Pikirkan COVID

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 08:48 WIB
Poster
Foto Ilustrasi COVID-19 (Edi Wahyono/detikcom)
Makassar -

Sebanyak 170 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang terjangkit virus Corona (COVID-19) di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dinyatakan sembuh. Pasien ODGJ itu dinilai bisa sembuh dari COVID-19 karena tidak ada beban psikologis.

Direktur RSKD Sulsel dr Arman Bausat mengungkapkan, sebelumnya, total ada 400 pasien ODGJ di RSKD Dadi dan 170 di antaranya terserang COVID-19 sejak Januari 2021. Ratusan pasien ODGJ itu kemudian sudah sembuh dalam sebulan terakhir.

"(Sebanyak) 170 pasien itu hampir 98 persen semuanya sembuh dengan baik, 98 persen juga mereka tanpa gejala," ujar dr Arman saat dimintai konfirmasi, Rabu (23/6/2021).

Arman mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan pihak rumah sakit, kesembuhan pasien ODGJ dari COVID-19 bisa jadi karena faktor tak adanya beban psikologis dari mereka.

"Kesimpulannya mungkin karena dia tidak stres pikirkan penyakitnya. Dia tidak tahu ini COVID berbahaya, tidak sama kita orang sehat yang kena COVID, stres dan depresi," katanya.

Selain itu, kata Arman, pasien ODGJ telah terbiasa diisolasi. Sedangkan orang sehat atau non-ODGJ tidak terbiasa dengan isolasi.

"Kalau mereka sudah terbiasa isolasi di ruang perawatan. Pengamatan sementara, ternyata faktor stres menentukan gejala COVID," papar Arman.

Arman juga mengatakan kondisi pasien ODGJ saat menjalani isolasi COVID tidak disertai komplikasi penyakit berat. Hal ini berbeda dengan pasien biasa.

"Yang jelas dia sembuh tanpa komplikasi berat. (Kalau pasien biasa) kan sampai sesak napas, masuk ICU, sampai diinkubasi dan sampai ada yang meninggal," katanya.

"Ini (ODGJ) kan tidak, selama menderita COVID di ruangan terus, cuma isolasi saja, tidak sama dengan pasien biasa kan," imbuhnya.

Sebagai sebuah perbandingan, lanjut Arman, ada 3.000 pasien non-ODGJ yang sempat terkonfirmasi positif COVID-19 di RSKD Dadi Sulsel. Tak jarang di antara ribuan pasien itu mengalami komplikasi penyakit berat hingga ada yang meninggal dunia.

"Karena mungkin faktor stresnya toh. Sudah dia tahu dia positif, depresi, apalagi kalau dia ada batuk-batuk, tambah stres. Ketakutan ki toh. Dari 3.000 pasien yang kita rawat, yang meninggal sekitar 5 persen," pungkas Arman.

Simak juga 'Pria Gondrong Teror Warga Sidrap dengan Lemparan Batu, Gangguan Jiwa?':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/nvl)