detik's Advocate

Kami Nikah Siri, Apakah Anak Bisa Dapat Akta Kelahiran-Kartu Keluarga?

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 09:30 WIB
Ilustrasi nikah siri
Ilustrasi (Foto: Istock)

3. Membayar biaya panjar perkara

Membayar biaya panjar perkara yang jumlahnya bisa ditanyakan langsung kepada petugas yang mengurusi perkara itsbat nikah tersebut. Pasangan yang tidak mampu membayar biaya perkara dapat mengajukan permohonan secara Prodeo (cuma-cuma).

Jika pasangan suami istri mendapatkan fasilitas Prodeo, biaya apa pun yang ada kaitannya dengan perkara pasangan tersebut di pengadilan akan ditanggung oleh pengadilan kecuali biaya transportasi. Apabila masih belum mampu membayar, pasangan suami istri tersebut bisa mengajukan Sidang Keliling. Setelah panjar biaya perkara diserahkan, pasangan harus meminta bukti pembayaran.

4.Menanti panggilan sidang dari pengadilan

Pemohon akan mendapatkan kiriman berupa Surat Panggilan dari Pengadilan yang berisi tempat dan tanggal persidangan yang dikirim secara langsung ke alamat yang sesuai dalam surat permohonan pengajuan itsbat nikah tersebut.

5.Hadir dalam persidangan

Setelah mendapatkan Surat Panggilan dari Pengadilan, pasangan yang mengajukan permohonan itsbat nikah harus hadir sesuai dengan tempat dan tanggal persidangan yang tertera di Surat Panggilan tersebut. Dokumen seperti fotokopi formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandangani sebelumnya, KTP, dan surat panggilan dari pengadilan harus dibawa saat menghadiri persidangan.

6.Mengambil hasil penetapan persidangan

Pengadilan akan mengeluarkan hasil penetapan apabila permohonan itsbat nikah dikabulkan. Pemohon dapat mengambil sendiri hasil penetapan atau bisa diwakilkan oleh orang lain dengan membawa Surat Kuasa ke kantor Pengadilan Agama dalam kurun waktu 14 hari setelah sidang terakhir dilaksanakan.

Setelah mendapatkan salinan hasil penetapan persidangan, maka cara meresmikan perkawinan setelah nikah siri yang terakhir adalah pasangan tersebut datang ke KUA setempat untuk mencatatkan perkawinan mereka dengan membawa bukti salinan penetapan dari pengadilan.

Lalu untuk mendapatkan akta kelahiran anak yang lahir dari perkawinan siri adalah sebagai berikut:

Sesuai UU No. 24/2013 tentang Perubahan atas UU No. 23/2006, pencatatan akta kelahiran dilakukan pada instansi pelaksana sesuai dengan domisili pelapor yaitu di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil .

Syarat yang diperlukan dalam dalam cara mengurus akta kelahiran adalah sebagai berikut:
- Surat keterangan kelahiran dari kelurahan
- Asli dan fotokopi surat keterangan kelahiran dari dokter/bidan/penolong kelahiran/nakhoda kapal laut atau pilot pesawat terbang dengan memperlihatkan aslinya
- Surat nikah/akta perkawinan orang tua
- Fotokopi KK dan KTP orang tua
- Nama dan identitas saksi pelaporan kelahiran
- Persetujuan kepala dinas/suku dinas dalam hal pelaporannya melebihi 60 hari sejak tanggal kelahirannya.

Beberapa manfaat akta kelahiran tersebut antara lain merupakan wujud pengakuan negara mengenai status seorang individu secara perdata dan kewarganegaraan seseorang, sebagai bahan rujukan penetapan identitas dalam dokumen lain, misalnya ijazah, sebagai salah satu syarat ketika hendak mendaftarkan sekolah TK hingga perguruan tinggi, sebagai salah satu syarat untuk melamar pekerjaan, sebagai syarat pembuatan KIA, sebagai syarat untuk pengurusan tunjangan keluarga, sebagai syarat pencatatan perkawinan, sebagai syarat pengangkatan anak ataupun pengesahan anak dan sebagai syarat ketika hendak mengurus beasiswa.

Sekian penjelasannya. Semoga bermanfaat.

Paralegal Posbakum FH Universitas Jember, Anisya Salsabillah, S.H.Paralegal Posbakum FH Universitas Jember, Anisya Salsabillah, S.H. (Foto: dok. Pribadi)