Polri Gelar Perkara Kasus Dugaan Suap Bupati Nganjuk Hari Ini

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 16:12 WIB
Bupati Nganjuk Novi Rahman telah ditetapkan sebagai tersangka kasus jual beli jabatan. Saat ditunjukan kepada wartawan, Novi Rahman tampak diborgol dan memakai baju tahanan.
Novi Rahman (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Perkara penyidikan dugaan suap jual-beli jabatan Bupati Nganjuk nonaktif Novi Rahman Hidayat terus bergulir. Kini, Bareskrim Polri akan melakukan gelar perkara kasus tersebut.

"Terkait dengan kasus kasus Bupati Nganjuk, rencana hari ini gelar perkara," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Selasa (22/6/2021).

Dia menyebut gelar perkara dilakukan untuk memenuhi kelengkapan berkas perkara. Hasil gelar perkara itu akan dikirim ke kejaksaan untuk melengkapi berkas.

"Untuk pemenuhan sesuai petunjuk Jaksa Penuntut Umum guna melengkapi berkas perkara," ucapnya.

Diketahui, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dan telah ditetapkan sebagai tersangka kasus jual-beli jabatan. Dari penangkapan tersebut, penyidik menyita uang Rp 647 juta lebih dari brankas di rumah Novi.

"Di dalam penangkapan itu, kita juga menyita uang yang diduga yang berkaitan dengan jual-beli jabatan sebesar Rp 647.900.000 juta itu kita amankan dari rumah di brankas Bupati Nganjuk," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (11/5).

Argo menuturkan, selain menyita uang ratusan juta rupiah, penyidik menyita sejumlah handphone. Selain itu, penyidik menyita sejumlah dokumen, termasuk buku tabungan.

Jerat 7 Tersangka

Berikut ini 7 tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengisian jabatan di lingkungan pemerintah Kabupaten Nganjuk:

1. Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (NRH) sebagai penerima suap

2. Camat Pace Dupriono (DR) selaku pemberi suap

3. Camat Tanjunganom Edie Srijanto (ES) selaku pemberi suap

4. Camat Berbek Haryanto (HY) selaku pemberi suap

5. Camat Loceret Bambang Subagio (BS) selaku pemberi suap

6. Mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo (TBW) selaku pemberi suap

7. Ajudan Bupati Nganjuk M. Izza Muhtadin sebagai perantara suap.