7 Gebrakan Ahok yang Bikin Geger

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 13:44 WIB
Ahok
Ahok (Foto: 20Detik)

2. e-Musrenbang

Ahok mengatakan selama ini masyarakat tidak tahu siapa yang menyusun program di tingkatan kelurahan. Untuk itulah disusun rencana untuk meng-elektronik-kan bahan tersebut.

"Dengan e-Musrenbang bisa tahu, termasuk siapa yang ganti dan ada password-nya. Itu saya mau taruh itu di smart city misalnya Kelurahan Warakas, pembahasan di kelurahan itu apa hingga sampai provinsi, sehingga masyarakat tahu kenapa ditunda apa karena uangnya, dan tidak ada lagi dipagukan anggaran," jelas Ahok di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2015).

Intinya, melalui program ini, warga bisa terlibat dan melihat langsung apa yang telah diprogramkan. Warga bisa melakukan pengawasan untuk menghindari adanya kecurangan.

"Dengan itu, bisa kita monitor secara elektronik. Saya gampang kontrol ke wilayah, kenapa di sana dihilangkan, kalau ternyata kinerja tidak benar ya kita stafkan saja," kata Ahok.

Ahok mengakui ini bukanlah hal yang baru. Rencananya program ini akan dijalankan mulai tahun 2016.

"Ini tidak baru, di luar negeri sudah ada, kita nyontek saja, tergantung punya niat atau nggak. Atasi korupsi gampang, buat setransparan mungkin, biar semua orang bisa awasi. Kalau transparan, kita dipelototin dan kalau berbuat salah pasti malu. Dari sini ada yang salah kita perbaiki. Tahun ini akan kita jalankan dan 2016 nanti APBD DKI full e-budgeting sesungguhnya," ujar Ahok.

3. Pamer Slip Gaji di Website

Ahok memamerkan slip gajinya di website. Dalam situs pribadinya di Ahok.org, Senin (16/3/2015) Ahok memang belum mencantumkan gajinya setelah menjabat Gubernur DKI.

Ahok pernah mencantumkan gajinya saat menjadi Wagub DKI. Gaji yang dicantumkan Ahok yakni pada Februari 2013 setelah pajak yakni Rp 2.810.100. Selain gaji, Ahok mencantumkan tunjangan jabatan Februari 2013 setelah pajak yakni Rp 4.104.000, sehingga Ahok total mendapatkan Rp 6.914.100.

Pada 10 Maret 2014, Ahok mencantumkan laporan pengembalian uang tunjangan operasional 2014 'warisan' Jokowi saat menjadi Gubernur DKI Rp 4,8 miliar.

Jokowi tidak menggunakan uang tunjangan pada April, Mei, Agustus, dan September karena sedang cuti capres 2014. Ahok hanya menggunakan warisan tersebut sebesar Rp 2 miliar. Ahok menggunakannya untuk bantuan gereja, bantuan rumah kaca, pengamanan Natal, tahun baru dan beberapa dana cadangan kebutuhan lainnya.

Ahok hingga akhir 2014 masih memakai gaji sebagai wagub. Mulai 2015 ini baru memakai gaji sebagai gubernur. Tapi uang itu pun belum cair karena terkait anggaran yang belum disahkan.

"Kita operasional besar. Kemarin baru terima operasional gaji Rp 200 juta lebih. Gaji saya sendiri Rp 7 juta, tapi sudah terima banyak dari operasional," jelas Ahok.