Banyak Teroris Pernah Mengenyam Kuliah, dari MIPA sampai Ekonomi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 18:50 WIB
Ilustrasi pelaku teror dari ISIS
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)


Teroris dan jejak pendidikan perguruan tingginya:

1. KDW ditangkap di Bogor: alumni MIPA UI

KDW, usia 30 tahun, adalah terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Bogor, Jawa Barat, Senin (15/6) malam. Dia diketahui merupakan alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Indonesia (UI). Hal ini dibenarkan oleh pihak UI.

"Ya. Yang bersangkutan (KDW) alumni Kimia FMIPA UI," ujar Kepala Biro Humas dan KIP UI Amelita Lusia saat dimintai konfirmasi, Rabu (16/6/2021).

Menurut keterangan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, KDW adalah anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan berperan sebagai penyedia bahan baku untuk bom.

"Peran tersangka KDW ini yang mempersiapkan bahan-bahan kimia yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuat bom," kata Brigjen Rusdi.

2. Zakiah Aini penyerang Mabes Polri: DO Fakultas Ekonomi

Teroris yang melakukan serangan ke Mabes Polri pada 31 Maret 2021, Zakiah Aini (26), juga sempat mengenyam bangku perkuliahan. Perempuan kelahiran 1995 itu sempat kuliah di Universitas Gunadarma, namun drop out (DO) sejak semester V.

"Saudari berinisial ZA memang benar pernah kuliah di Gunadarma," kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Gunadarma Prof Irwan Bastian dalam jumpa pers di kampus Gunadarma Depok, seperti dilihat detikcom melalui siaran di YouTube, 1 April 2021.

Semasa kuliah, dia menjadi mahasiswa S1 angkatan 2013 Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi. Dia hanya aktif di tiga semester pertama. Indeks prestasi kumulatif (IPK) dia mencapai 3,2 dan 3,1. Usai semester V, dia tidak aktif kuliah. Otomatis, Zakiah kena DO.

ZA, perempuan berpistol penyerang Mabes Polri, 31 Maret 2021. (Dok Istimewa)Zakiah Aini, perempuan penyerang Mabes Polri, 31 Maret 2021. (Dok Istimewa)

3. Tiga teroris alumni FISIP Unri

Pada 2 Juni 2018, Densus 88 menangkap tiga teroris di kampus Universitas Riau (Unri). Semua yang ditangkap adalah alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unri yang 'bersarang' di markas mahasiswa pencinta alam.

"Yang terduga teroris ini kebetulan alumni dari UNRI. Mulai dari (alumni) tahun 2002, 2004, dan 2005. Saat ini ketiga terduga sudah kita amankan. Barang bukti lainnya ada dua busur panah dengan delapan anak panah dan senjata angin yang berhasil kita kumpulkan dari hasil penggerebekan itu," kata Kapolda Riau saat itu, Irjen Nandang, 2 Juni 2018.

Teroris yang ditangkap adalah inisial MNZ (33), RB alias D (34), dan OS alias K(32). Mereka terkait jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Aman Abdurrahman. Ada empat bom yang siap diledakkan yang diamankan polisi. Serbuk-serbuk perakit bom juga ada. Bom dirakit di gelanggang mahasiswa area FISIP Unri. Mereka mampu merakit bom TATP (triaceton triperoxide) yang dijuluki 'mother of satan'.

"Diduga menyerukan amaliyah atau penyerangan terhadap kantor-kantor DPR RI dan DPRD," kata Kadiv Humas Polri saat itu, Irjen Setyo Wasisto, 3 Juni 2018.

Selanjutnya, Bahrun Naim hingga Khafid Fathoni: