Pejabat Kemensos 'Nyanyi' soal Siasat Legislator Senayan di Kasus Bansos

Zunita Putri - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 15:37 WIB
Juliari Peter Batubara kembali menjalani sidang kasus korupsi bansos di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Sidang menghadirkan saksi Ketua DPC PDIP Kendal, Akhmad Suyuti.
Juliari Peter Batubara. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Salah seorang pejabat di Kementerian Sosial (Kemensos) buka-bukaan perihal kegiatan pengadaan bantuan sosial (bansos). Dia juga mengungkap perihal kedekatan sejumlah legislator di Senayan dengan Juliari P Batubara sewaktu aktif sebagai Menteri Sosial (Mensos).

Pejabat di Kemensos itu adalah M Syafii Nasution yang menduduki posisi Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA). Awalnya Syafii bercerita perihal nama salah seorang saksi dalam perkara dugaan suap pengadaan bansos COVID-19 ini yaitu Agustri Yogasmara alias Yogas.

"Dia mau berpartisipasi dan ikut untuk pengadaan sembako," ucap Syafii saat bersaksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (14/6/2021).

Bahkan, menurut Syafii, Yogas pernah datang langsung ke ruangannya. Siapa sebenarnya Yogas?

Jaksa KPK lantas membacakan berita acara pemeriksaan Syafii yang menyebutkan hubungan Yogas dengan anggota DPR Fraksi PDIP Ihsan Yunus. Di dalam BAP itu disebutkan bila Yogas mengenalkan diri ke Syafii sebagai 'orang Ihsan Yunus'.

"BAP saudara katakan, 'Saya kenal Yogas, yang bersangkutan adalah staf atau operator pekerjaan paket-paket pengadaan milik saudara Ihsan Yunus di Kementerian Sosial. Saya juga tidak memiliki hubungan persaudaraan dengan Yogas'. Jadi Yogas sama Ihsan Yunus ada kaitan?" tanya jaksa ke Syafii.

"Diutus oleh 'Saya orangnya Pak Ihsan', kata Yogas yang bilang," jawab Syafii.

Berikut BAP Syafii yang dibacakan jaksa dan diamini Syafii langsung:

Dapat saya sampaikan bahwa sekitar bulan Maret, tidak lama setelah saya dilantik sebagai Direktur PSKBA, saudara Ihsan Yunus datang ke ruangan saya. Sebelumnya saya memang kenal saudara Ihsan Yunus sebagai Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDIP, kebetulan Komisi VIII adalah komisi yang membawahi pengawasan Kemensos dan saya juga beberapa kali hadir dalam RDP dan melihat beliau memimpin RDP. Saat itu beliau menyampaikan ke saya bahwa beliau barusan berkunjung dari ruang Pak Menteri Juliari Batubara dan sudah berbicara terkait paket-paket pengadaan bantuan COVID-19.

Saat itu beliau menyampaikan bahwa beliau bermaksud mengerjakan beberapa paket pengadaan bantuan bencana COVID-19 yang ada di direktorat yang saya pimpin. Direktorat PSKBA, selanjutnya saudara Ihsan Yunus bertanya kepada saya apa-apa saja kegiatan dan paket pengadaan yang ada di Direktorat PSKBA. Saat itu saya langsung menyatakan siap dan langsung mengiyakan permintaan beliau dikarenakan saya mengetahui bahwa saudara Ihsan Yunus memang sangat dekat dengan Pak Menteri Juliari Batubara dan saya juga mengetahui bahwa saudara Ihsan Yunus sering bertamu ke ruangan Pak Menteri.

Pada saat itu kebetulan di Direktorat PSKBA ada paket-paket pengadaan penunjang alat-alat penanggulangan wabah COVID-19 seperti masker, disinfektan, sarung tangan, dan APD. Saya sampaikan secara umum paket-paket pengadaan yang ada di direktorat kami kepada Ihsan Yunus. Selanjutnya saya langsung memanggil staf-staf saya yaitu saudara Matheus Joko Santoso dan Deni dan langsung saya sampaikan agar mereka langsung mengurus administrasinya terkait paket-paket pengadaan milik pak Ihsan Yunus.

Secara teknis kemudian paket-paket pekerjaan milik Pak Ihsan Yunus tersebut itu kemudian dikerjakan oleh staf atau operator beliau yang mengurus paket-paket pengadaan milik beliau di Kemensos yaitu saudara Yogas dan Iman Ikram.

Syafii membenarkan BAP itu, termasuk keterangannya yang mengatakan Ihsan Yunus sering berkunjung ke ruang Juliari. Selain itu Syafii mengatakan bila kuota bansos yang didapat Ihsan Yunus dikerjakan Iman Ikram yang merupakan adik dari Ihsan Yunus.

Kuota Bansos Rp 54 Miliar

Masih dari BAP Syafii, jaksa menyebut total kuota paket bansos yang dikuasai Ihsan Yunus yaitu Rp 54 miliar. Namun, angka itu disebut bukan hanya terkait bansos COVID-19 yang perkaranya saat ini tengah diadili.

"Selanjutnya saudara Ihsan Yunus mendapatkan total paket sebesar Rp 54.430.150.000 yang terdiri dari paket-paket sebagai berikut sebagaimana dalam tabel ada nomor 1 pengadaan bantuan penanganan COVID-19 PT DS Solution 4 dan 5 sebagaimana tabel ada banyak ya, paket Kemensos hadir," ungkap jaksa saat membacakan BAP Syafii.

"Saat itu saya sudah melaporkan ke Pepen Nazarudin selaku atasan saya langsung, selaku Dirjen Linjamsos terkait dengan permintaan paket saudara Ihsan Yunus dimaksud, Pepen kemudian memerintahkan saya untuk mengikuti saja karena beliau orangnya menteri," lanjut jaksa dan diamini Syafii.

Simak video 'Pengakuan Anak Buah Juliari Diminta Kumpulkan 'Uang Komitmen' Bansos Rp 35 M':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2