Sidang Kasus Suap Bansos

Saksi Akui Beri Anak Buah Juliari dan Operator Ihsan Yunus Fee Bansos Corona

Zunita Putri - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 17:17 WIB
Poster
Ilustrasi Korupsi (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Perwakilan dari PT Hamonangan Sude, yang juga terpidana kasus bansos Corona, Harry Van Sidabukke mengaku memberi fee kepada PPK bansos Matheus Joko Santoso --yang juga sebagai terdakwa kasus Bansos-- dan operator Ihsan Yunus, Agustri Yogasmara. Harry memberi fee kepada keduanya dengan nominal yang berbeda.

Awalnya, Harry mengaku pernah membuat kesepakatan pemberian fee dengan Agustri Yogasmara atau yang akrab disapa Yogas. Dengan syarat, Yogas memberikan kuota bansos ke PT Hamonangan Sude dan PT Pertani yang bekerja sama dengan Harry.

"Apakah ada peran Yogas dalam menentukan kuota?" tanya hakim ketua Damis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (24/5/2021).

"Kalau (penentuan kuota) PT Pertani nggak ada (peran), yang agak lebih besar perannya di PT Mandala Hamonangan Sude," jawab Harry.

Harry mengatakan dia menyepakati pemberian fee ke Yogas Rp 9.000 per paket bansos.

"(Kesepakatan pemberian fee ke Yogas) Rp 9.000, permintaan awalnya Rp 12.500 tapi saya tidak sepakat," kata Harry.

Harry mengaku mengenal Yogas karena dikenalkan oleh Matheus Joko. Adapun total fee yang diberikan Harry kepada Yogas nilainya Rp 7 miliar.

"Dari situ jumlah fee-nya secara keseluruhan saya beri fee Rp 7.247.844.000 miliar. Jadi yang tahap 9, 11, dan 12 tidak diberikan fee pak, karena yang (tahap) 9 Kemensos terlambat bayar, (sekarang) sudah. Jadi diminta dulu fee-nya baru saya bayar," kata Harry.

"Siapa yang terima uang itu?" tanya hakim lagi.

"Yogas pak," timpal Harry.

Hakim Damis kemudian bertanya tentang sosok Yogas. Harry menyebut Yogas adalah broker bansos.

"(Yogas) ya broker pak setahu saya," kata Harry.

Harry mengatakan alasan dia mau berurusan dengan Yogas meski dia tahu Yogas tidak memiliki jabatan di Kemensos karena dia meyakini Yogas bisa mengatur kuota bansos.

"Karena pernah ada sewaktu-waktu kuota saya itu diturunkan drastis oleh Adi (KPA bansos Adi Wahyono) sama joko (PPK bansos Mathues Joko Santoso), saya lapor ke Yogas nggak lama kemudian sekitar setengah jam, kemudian Yogas datang ke Adi dan Joko kemudian berubah lagi (kuota bansos) di situ saya yakin Yogas punya pengaruh tentukan kuota," ungkap Harry.

Fee Bansos untuk Anak Buah Juliari

Selain Yogas, Harry mengaku juga memberi fee ke PPK bansos Matheus Joko Santoso. Fee yang diberikan Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per paket bansos yang didapat Harry.

"Ada yang diserahkan ke Matheus Joko?" tanya hakim.

"Kurang lebih Rp1.000 sampai Rp1.500 (per paket)," ucap Harry.

Harry merupakan perwakilan vendor PT Pertani dan PT Hamonangan Sude. Harry mengaku mendapat kuota bansos pada tahap 1, 3 ,5, 6, 7, 8, 9, 10, 12.

Diketahui Harry Van Sidabukke adalah terpidana dalam kasus ini. Harry divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan kurungan karena terbukti memberi suap Rp 1,28 miliar kepada mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara melalui KPA bansos Corona Adi Wahyono dan PPK bansos Matheus Joko Santoso serta sejumlah pejabat Kemensos terkait kuota bansos Corona.

Jaksa Cecar Harry soal Ada atau Tidak Keterlibatan Ihsan Yunus

Dalam sidang ini, jaksa menggali adanya keterkaitan politukus PDIP Ihsan Yunus di kasus bansos ini. Jaksa mulanya bertanya hubungan Harry Van Sidabukke dengan Iman Ikram yang merupakan adik Ihsan Yunus.

Harry mengatakan Iman adalah Wasekjen Hipmi. Selain Wasekjen Hipmi, Harry menyebut Iman adik dari Ihsan Yunus.

"Selain pengurus atau anggota Hipmi tempat saudara bernaung, siapa dia?" tanya jaksa.

"Setahu saya temen saya main basket," kata Harry.

"Saudara saksi, ini sadara di BAP saudara menyebutkan adik dari Ihsan Yunus," timpal jaksa.

"Akhir-akhir ini saya tahu, (tahu) mau terakhir di (tahap) 11 atau 12," sebut Harry.

Jaksa kemudian bertanya tentang sosok Ihsan Yunus. Harry menyebut Ihsan Yunus yang dimaksud adalah Wakil Ketua Komisi VIII DPR dan juga kader PDIP.

"Setahu saya Wakil Ketua Komisi VIII DPR," katanya.

"Saudara tahu ada hubungannya nggak antara Kemensos dengan Komisi VIII?" tanya jaksa dan dijawab 'tidak tahu' oleh Harry.

"Tapi kalau saya tanya Ihsan Yunus partainya apa, saudara tahu?" kata jaksa.

"Partainya ya PDIP," tutup Harry.

Tonton Video: Terbongkar! Juliari Sewa Pesawat Pakai Dana Hibah Kemensos

[Gambas:Video 20detik]



(zap/yld)