Cerita Terpidana Bansos Corona Bertemu Eks Mensos Juliari 2 Kali

Zunita Putri - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 14:55 WIB
Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara mendatangi KPK. Juliari akan menjalani pemeriksaan perdana kasus dugaan suap bantuan sosial (bansos) Corona.
Eks Mensos Juliari Batubara (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Terpidana kasus bansos Corona, Harry Van Sidabukke, mengaku pernah menemui mantan Mensos Juliari Peter Batubara sebanyak dua kali. Seperti apa pertemuan itu?

Hal itu disampaikan Harry dalam sidang lanjutan bansos Corona di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (24/5/2021). Harry adalah pengusaha yang bekerja sama dengan PT Hamonangan Sude untuk mengikuti program bansos Corona. Harry merupakan pihak yang menyuap Juliari

Harry mengaku bertemu dua kali. Kedua pertemuan itu tanpa diikuti oleh KPA bansos Adi Wahyono dan PPK bansos Matheus Joko Santoso.

"Pernah 2 kali (bertemu), pertama saat sidak di Gudang Hamonangan Sude. Bapak datang bersama rombongan beliau ada ajudannya yang gede sendiri aja. Pak Joko nggak ada, Adi nggak ada, yang saya kenal Pak Eko karena sebelumnya telepon beliau tanya alamat dan infokan pak menteri mau sidak," ujar Harry.

Harry mengaku saat itu ajudan Juliari bernama Eko Budi Santoso yang menghubungi dia dulu. Harry menyebut Eko mendapat kontaknya dari Adi Wahyono

"Cuma nanya alamat gudang Hamonangan Sude. Kemudian beliau datang ngecek barang, beliau komunikasi sama tenaga kerja, beliau sempat bercanda, 'Bos gimana diperhatiin nggak kalian'," tutur Harry.


Pertemuan Kedua

Pertemuan kedua selanjutnya saat acara pembagian sembako. Menurut Harry, pertemuan itu berlangsung cair. Juliari juga beberapa kali melontarkan candaan ke penerima manfaat.

"(Pertemuan) kedua, saya dapat informasi membagikan sembako. Kebetulan pak menteri akan bagi sembako di titik Hamonangan Sude, kalau nggak salah saya telepok Pak Eko benar nggak pak menteri mau ke sini 'saya mau ikut'. Lalu beliau datang, saya izin Eko 'mas saya izin ikut dampingi pas pak menteri kasih barang ke masyarakat'. Pak Eko sempat sampaikan ke pak menteri mungkin (bahwa Harry vendor bansos), Pak Juliari bilang ke warga di situ 'ini Bu kebetulan perusahaan ini di sini, kalau ada barang rusak-rusak ini orangnya, Bu, bercanda gitu," jelas Harry.

Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara menjalani sidang perdana kasus korupsi Bansos. Juliari Batubara didakwa menerima uang suap Rp 32,4 miliar.Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara menjalani sidang perdana kasus korupsi Bansos. Juliari Batubara didakwa menerima uang suap Rp 32,4 miliar. (Ari Saputra/detikcom)

Harry juga mengaku, setelah pertemuan kedua, dia sempat ditelepon Eko yang mengabarkan Juliari bakal melakukan sidak di beberapa perusahaan. Namun, Harry tidak bertemu saat itu.


Harry Divonis 4 Tahun Penjara

Diketahui Harry Van Sidabukke adalah terpidana dalam kasus ini. Harry divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan kurungan karena terbukti memberi suap Rp 1,28 miliar kepada Juliari P Batubara melalui KPA bansos Corona Adi Wahyono dan PPK bansos Matheus Joko Santoso serta sejumlah pejabat Kemensos terkait kuota bansos Corona.

Para jurnalis berebut mengambil gambar tersangka korupsi, mantan Menteri Sosial, Juliari P Batubara saat tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (5/1/2021) untuk menjalani pemeriksaan.  Juliari P Batubara diperiksa untuk kasusnya yakni dugaan menerima suap terkait pengadaan paket bantuan sosial penanganan COVID-19. Ia menyerahkan diri usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) sejumlah pejabat Kemensos, beberapa waktu lalu.Para jurnalis berebut mengambil gambar tersangka korupsi, mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara saat tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (5/1/2021) untuk menjalani pemeriksaan. Juliari P Batubara diperiksa untuk kasusnya, yakni dugaan menerima suap terkait pengadaan paket bantuan sosial penanganan COVID-19. Ia menyerahkan diri usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) sejumlah pejabat Kemensos, beberapa waktu lalu. (Ari Saputra/detikcom)

Dalam sidang ini, Juliari duduk sebagai terdakwa. Juliari didakwa menerima uang suap Rp 32,4 miliar berkaitan dengan pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa sembako dalam rangka penanganan virus Corona atau COVID-19 di Kementerian Sosial (Kemensos).

Lihat Video: Terbongkar! Juliari Sewa Pesawat Pakai Dana Hibah Kemensos

[Gambas:Video 20detik]




(zap/isa)