Round-Up

Strategi Pemerintah Demi Kasus Corona Kudus-Bangkalan Teratasi

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 06:34 WIB
Jakarta -

Kasus baru Corona di Kabupaten Kudus dan Kabupaten Bangkalan mengalami peningkatan pada beberapa minggu terakhir. Pemerintah mengungkap strategi untuk mengurangi laju penularan COVID-19.

Dalam waktu 1,5 minggu terjadi kenaikan okupansi rumah sakit di Kudus, Jawa Tengah dan Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, dalam waktu singkat keterisian rumah sakit di 2 daerah itu meningkat drastis.

"Khususnya Kudus yang sebelumnya rumah sakitnya hanya terisi sekitar 40-an, kemudian dalam satu setengah minggu terakhir naik cukup tinggi sampai sekitar 350-an. Demikian juga di Bangkalan, yang tadinya tempat tidur isolasinya terisi pasien sekitar 10-an, sekarang juga dalam satu setengah minggu naik ke angka 70 sampai 80-an," ujar Budi dalam jumpa pers virtual, Senin (7/6/2021).

Penyebab Kenaikan Kasus

Budi mengatakan, peningkatan kasus COVID-19 di Kudus disebabkan kegiatan ziarah yang dilakukan di sana. Sementara, di Bangkalan, kenaikan kasus diakibatkan banyaknya pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang dari negara tetangga.

"Kenaikan yang tinggi ini karena ada peningkatan kasus secara spesifik di klaster ini karena Kudus memang adalah daerah ziarah. Sedangkan di Madura banyak pekerja migran Indonesia yang pulang dari negara tetangga," ujarnya.

Strategi pemerintah diantaranya merujuk ke rumah sakit daerah lain dan menambah tenaga kesehatan dari daerah lain, mengimbau kepala daerah menerapkan protokol kesehatan, meningkatkan testing dan tracing, hingga pemberian vaksin.

Kirim Dokter dan Perawat

Pemerintah, kata Budi, juga sudah mengirimkan tenaga kesehatan tambahan ke Kudus dan Bangkalan.

"Kita juga sudah mengirimkan dokter bekerja sama dengan IDI dan perawat dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk mengisi dan mengurangi tekanan dari nakes yang cukup banyak terpapar di Kudus dan Surabaya," kata Budi.

Kedua mengimbau agar kepala daerah mengetatkan penggunaan protokol kesehatan di kedua daerah dengan meminta warganya menerapkan pemakaian masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Meningkatkan testing, tracing, dan treatment.

Pihaknya juga akan menggencarkan pemberian vaksin kepada masyarakat. Selain itu meminta pemerintah daerah untuk menyediakan tempat isolasi bagi warga yang terpapar.

"Kita mengurai tekanan di RS dengan rujukan dan melengkapi tenaga kesehatan, kedua minta tolong protokol kesehatan di terapkan dengan baik, tracing, treatment, isolasi mandiri dan isolasi swadaya, dan terakhir vaksinasi sudah kirimkan," ujarnya.

Kirim Tambahan Vaksin COVID-19

Pemerintah akan mengirimkan 50 ribu vaksin masing-masing ke Kudus dan ke Bangkalan. Hal itu sebagai salah satu upaya mengantisipasi penyebaran COVID-19 di tanah air.

"Untuk vaksinasi, khusus daerah Kudus kita sudah drop 50 ribu vaksin untuk daerah Kudus supaya bisa segera disuntikan, di Bangkalan kita akan drop segera 50 ribu supaya bisa mengurangi resiko penularan," ujar Budi Gunadi, dalam konferensi pers virtual yang disiarkan di YouTube Setpres, Senin (7/6/2021).

Budi Gunadi menyebut di Kudus sudah ada 300-an lebih tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 dan sudah divaksin. Kondisi tenaga kesehatan tersebut kini dalam keadaan baik.

"Semua alhamdulillah sampai sekarang kondisi mereka masih baik, termasuk 1 orang dokter spesialis yang usianya 70 tahun yang juga terpapar alhamdulillah kondisinya juga baik," ujarnya.


Tingkatkan Tracing

Okupansi rumah sakit di Kudus, Jawa Tengah dan Bangkalan, Madura, Jawa Timur mengalami kenaikan. TNI dan Polri pun telah melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi kenaikan kasus Corona di kedua daerah tersebut.

"Memang kita mengetahui bahwa ada daerah-daerah yang mengalami peningkatan seperti Kabupaten Kudus dan Kabupaten Bangkalan. TNI dan Polri serta BNPB telah melakukan langkah dalam rangka pengendalian kasus di dua wilayah tersebut. Dengan cara apa? Adalah melakukan pendampingan kepada Kadinkes (Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten) untuk menggerakkan motor PPKM yang ada di bawah," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam jumpa pers virtual, Senin (7/6/2021).

Panglima Hadi menjelaskan bahwa PPKM menjadi kunci karena bisa menjadi dasar untuk tracing kontak erat. Tracing ini untuk mengetahui mereka yang positif Corona.

"Karena di PPKM kita bisa melaksanakan tracing terhadap kontak erat dan setelah itu kita bisa mengetahui apakah positif atau tidak," tuturnya.

TNI juga melakukan pendampingan tracing dengan tes PCR. Dia berharap tes PCR bisa dipertahankan setiap hari.

"Kita melakukan pendampingan dan pelaksanaan untuk melakukan tracing, PCR. Sehingga kita harapkan PCR tetap bisa dipertahankan setiap hari atau setiap minggu," ungkapnya.

Selain itu, TNI dan Polri juga akan melakukan pendampingan terkait rumah sakit. Semata-mata agar pelayanan di rumah sakit tetap bisa berjalan.

TNI-Polri Pantau Penerapan Prokes

Lebih lanjut, TNI dan Polri akan melakukan pendampingan dan penguatan dalam rangka menjaga protokol kesehatan.

"Keempat kita melakukan pendampingan dan penguatan dalam rangka terus menjaga protokol kesehatan," ujarnya.

Simak selengkapnya

Selanjutnya
Halaman
1 2