Round-Up

WN India Coba-coba Tak Karantina di Soetta Akhirnya Tertangkap Juga

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 08:31 WIB
Jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182, tidak mengurungkan warga untuk memakai jasa penerbangan. Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, terlihat tetap ramai.
Foto: Ilustrasi aktivitas di Bandara Soekarno-Hatta (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Ratusan warga negara India masuk ke Indonesia di tengah ledakan kasus COVID-19 di sana. Beberapa di antaranya diketahui lolos masuk ke Jakarta tanpa mengikuti prosedur karantina selama 14 hari.

Salah satunya yang terungkap oleh Polres Bandara Soekarno-Hatta, adanya 7 WN India yang lolos tanpa karantina. Mereka kemudian ditangkap polisi di beberapa tempat terpisah.

Ketujuh WN India itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin Senin (26/4/2021) dengan menumpang pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ988. Mereka dijemput dari bandara oleh empat orang joki yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Modus operandinya sama semua, nanti ada jokinya yang akan mengurus mulai dari dia turun dari pesawat langsung ada yang menunggu di situ," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polres Bandara Soetta, Tangerang, Rabu (28/4/2021).

Seperti diketahui, di masa pandemi ini ada aturan ketat bagi warga yang baru tiba di bandara. Begitu turun dari pesawat, penumpang harus mengisi formulir untuk pemeriksaan swab.

"Tahap pertama pemeriksaan yang dikatakan pemeriksaan mulai dari turun kemudian masuk mengisi formulir ECAH kemudian masuk menuju konter pemeriksaan THAC juga sampai masalah swab dan PCR dari sana, masuk ke loket Satgas, dari Satgas menuju konter Imigrasi sampai di area pengambilan barang sampai dengan pintu keluar itu tahap satu namanya," ujarnya.

Tak Diantar ke Hotel Karantina

Dalam kasus ini polisi menangkap 4 WNI yang berperan sebagai joki. Mereka bertugas menjemput para WNA ini untuk selanjutnya dibawa ke tempat karantina, tetapi itu tidak dilakukan.

"Masuk tahap dua, disiapkan kendaraan DAMRI untuk pengangkutan berangkat ke hotel yang dirujuk, ke tahap kedua. Di sana sudah siap dia naik taksi, bisa pulang, itu yang terjadi," ucap Yusri.


Halaman selanjutnya, ada oknum protokoler Angkasa Pura II terlibat


Oknum Protokoler Angkasa Pura II Terlibat

Polisi menangkap empat orang joki yang membantu warga negara India lolos dari karantina kesehatan setibanya di Bandara Soekarno-Hatta. Salah satu dari empat orang joki tersebut bekerja sebagai protokoler Angkasa Pura II.

"Mereka sebagai protokoler, makanya kita masih koordinasikan mengatasnamakan yang tertara pas bandara," kata Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian Saputra di Jakarta, Kamis (29/4/2021).

Adi mengatakan, para joki tersebut memiliki kartu pas Bandara Soekarno-Hatta. Sehingga dengan adanya kartu pas ini yang bersangkutan bebas keluar-masuk di beberapa tempat di bandara.

"Kalau memiliki pas bandara, ada tempat-tempat yang dapat dia masukin, berdasarkan kode yang ada di pas bandara tersebut. Dia ke sana mengurus sampai dengan conveyor, mengurus barang," jelas Adi.

Memiliki Kartu Pas Bandara

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan keempat joki bebas berseliweran keluar masuk area Bandara Soekarno-Hatta menggunakan kartu pas tersebut.

"Empat orang ini adalah inisial ZR kemudian AS, ketiga R, keempat M. Ini inisial, ini joki-joki yang biasa menggunakan pas bandara, yang orang banyak bilang protokol. Bisa menggunakan pas bandara tembus sampai ke mana-mana," kata Yusri saat jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (28/4/2021).

Yusri menuturkan keempat joki itu bukan bagian dari Satgas COVID-19. Mereka, kata Yusri, merupakan calo yang biasa berkeliaran di bandara.

"Beda, ini joki-joki yang punya pas ini. Kalau kita mau selidiki lagi kemarin yang masalah pemalsuan surat keterangan COVID itu yang masih mahal, ini pelaku-pelakunya, pemain-pemainnya semua ini yang memang setiap hari hidupnya di bandara bukan Satgas," tuturnya.

Yusri memastikan, kartu pas bandara yang dimiliki para joki itu asli. Namun Yusri enggak menyebut asal instansi pembuat pas tersebut.

Halaman selanjutnya, AP II membantah soal keterlibatan protokoler

Selanjutnya
Halaman
1 2