Round-Up

Perlawanan Blessmiyanda Usai Dicopot Anies Baswedan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 05:01 WIB
Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) Provinsi DKI Jakarta, Blessmiyanda.
Blessmiyanda. (Foto: Dok. BPPJB DKI)
Jakarta -

Eks Kepala BPPBJ DKI Blessmiyanda melawan atas tuduhan pelecehan seksual. Blessmiyanda akan melaporkan balik korban lantaran karena nama baiknya tercemar.

Di kasus ini Pemprov DKI Jakarta menyatakan Blessmiyanda terbukti bersalah dan melakukan perbuatan merendahkan martabat pegawai negeri sipil (PNS). Pelanggaran tersebut tertuang dalam PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, khususnya pada ketentuan pasal 3 angka 6, yakni merendahkan kehormatan negara pemerintah dan martabat pegawai negeri sipil. Hal tersebut juga didukung oleh sejumlah bukti.

Bless tak terima lantaran merasa tuduhan pelecehan seksual itu tidak sesuai dengan pemeriksaan inspektorat.

"Pemberitaan mengenai Blessmiyanda terbukti melakukan pelecehan seksual dan dipecat dari jabatannya sebagai Kepala BPPBJ DKI menjadi begitu liar sejak kemarin, Rabu 29 April 2021. Apa yang diberitakan tidak sesuai dengan pemeriksaan inspektorat maupun tim Ad Hoc yang dipimpin Sekda DKI terhadap Blessmiyanda, klien saya," ujar kuasa hukum Blessmiyanda, Suriaman Pandjaitan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/4/2021).

Suriaman menjelaskan laporan dugaan pelecehan seksual itu awalnya dilakukan oleh korban berinisial IGM yang merupakan ASN di BPPBJ DKI Jakarta. IGM melapor ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Blessmyanda kemudian diperiksa inspektorat pada 22 Maret 2021. Selama dua minggu, Blessmiyanda juga diperiksa oleh tim Ad Hoc, sebelum akhirnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi sanksi disiplin tingkat berat.

"Pemeriksaan inspektorat maupun tim ad hoc sangat bertolak belakang dengan pemberitaan yang kemudian beredar. Dari berita acara pemeriksaan inspektorat dan tim ad hoc, sama sekali tidak ada pertanyaan yang mengarah kepada perbuatan pelecehan seksual yang dilakukan klien saya terhadap IGM," tutur Suriaman.

"Artinya, laporan IGM sejak awal tidak jelas mengenai bagaimana bentuk pelecehan seksual yang dilakukan oleh Klien saya. Dari keterangan Klien saya, IGM juga mengajukan bukti berupa rekaman yang diambil secara ilegal," sambung dia.

Bukti rekaman yang dimaksud Suriaman yakni berisi percakapan antara IGM dengan Blessmiyanda. Suriaman mengklaim rekaman sebagai bentuk keakraban.

"Dalam rekaman itu terdengar pula suara orang lain yang berarti IGM dan klien saya tidak hanya berdua di dalam ruangan tersebut. Bagaimana bisa dianggap sebagai pelecehan seksual?" jelas dia.

Suriaman juga menyebut korban IGM diduga menyebarkan berita bohong kepada LPSK dan sejumlah media. Hal itu merujuk pada jumlah korban yang lebih dari satu.

"Hal itu sama sekali tidak benar dan patut diduga sebagai berita bohong. Oleh karena itu, klien saya akan melaporkan pencemaran nama baik terhadap apa yang dilakukan IGM," sebut dia.

Simak juga 'Cara Mencegah Sifat Tukang Bully Pada Anak':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2