detik's Advocate

Bagaimana Hukumnya Tanam Duit di Penambang Uang Kripto?

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 07:39 WIB
Employees work on bitcoin mining computers at Bitminer Factory in Florence, Italy, April 6, 2018. Picture taken April 6, 2018. REUTERS/Alessandro Bianchi
Menengok mesin penambang bitcoin cs keliling (reuters)
Jakarta -

Uang kripto kini menjadi fenomena baru dalam dunia investasi. Bentuknya beragam, salah satunya BitCoin yang per kepingnya kini menembus Rp 800 jutaan. Ada juga istilah menambah uang kripto? Bagaimana hukumnya dalam sistem hukum Indonesia?

Berikut pertanyaan dari warga Depok, Ismarosy yang diterima detik's Advocate:

Apakah ikut serta menanamkan uang pada salah satu startup menambang uang kripto (cryptocurrency minning) yang belum terdaftar pada otoritas hukum Indonesia adalah perbuatan melawan hukum?

Dan bagaimana cara meminta kembali KTP anda yang telah diberikan guna menghindari penyalahgunaannya.

Terimakasih

Ismarosy
Depok

Untuk menjawab permasalahan di atas, kami menghubungi advokat Alvon Kurnia Palma,S.H.,M.H. Berikut pendapat hukumnya:

Dalam pertanyaan sangat sayang sekali ibu tidak menjelaskan apakah saat mengunduh aplikasi terdapat syarat dan ketentuan (term of condition) dan membacanya. Dengan begitu, ibu dapat mengetahui kedudukan hukum (legal standing) ibu sebagai apa dan bagaimana hubungan hukum antara ibu dengan startup penambangan (crypto minning) dan pilihan hukum mana yang akan dipakai apabila terjadi perselisihan hukum. Langkah ini adalah standar kehati-hatian sebagai bentuk itikat baik dalam kontrak secara elektronik (Alvon-2020).

Ikut serta menanamkan uang pada startup yang menambang uang kripto (cryptocurrency) dan mendapatkan iming-iming presentase yang besar adalah bentuk penipuan mengunakan skema ponzi. Pengertian dari skema ponzi ini adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini. Sebagai suatu skema yang dipergunakan untuk penipuan, maka besar kemungkinan ini stratup ini akan menipu dan penipuan adalah perbuatan yang dilarang sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP dan Pasal 28 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 2011 tentang ITE.

Selain itu, ibu harus semakin hati-hati.

Sebab ibu telah menyerahkan sejumlah uang dan diiming-imingi keuntungan yang besar yakni 2-6 % setiap menjalankan aktivitas pemilihan jenis uang kripto. Iming-iming yang besar harus menjadi peringatan awal untuk berhati-hati. Saat mendaftarkan diri menjadi anggota dalam stratup ini, setiap orang harus menyerahkan data pribadi yang meliputi alamat email, nomor telepon atau Handphone. Saat menyeting profile, startup kemudian meminta tambahan data pribadi khusus yang meliputi nama, alamat, NIK KTP, jenis kelamin dan nomor rekening bank. Kesemuanya itu merupakan data pribadi yang harus dilindunggi. Hal ini membuka ruang yang sangat besar menjadikan ibu sebagai korban.

Nah, saat ikut menambang uang kripto, kita juga harus menyerahkan data pribadi. Apakah aman? Simak halaman selanjutnya untuk mengetahui jawabannya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3