Polisi Dalami Dugaan Warga Ciledug yang Akses Rumahnya Ditutup Diancam

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Sabtu, 20 Mar 2021 17:22 WIB
Tembok yang menutup akses keluar-masuk rumah Hadiyanti (60), warga Ciledug, Kota Tangerang, dirobohkan. Ekskavator pun diturunkan.
Runtuhnya tembok 2 meter di Ciledug (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Polisi telah meminta keterangan kepada Rully, pria yang mengklaim memiliki tanah dan menutup akses keluar-masuk rumah warga Ciledug, Kota Tangerang. Polisi masih melakukan penyidikan lebih lanjut.

"Belum (ditetapkan jadi tersangka), masih ada penyidikan lanjutan," ujar Kapolres Tangerang Kota Kombes Deonijiu De Fatima saat dihubungi, Sabtu (20/3/2021).

Namun Deonijiu enggan menjelaskan sudah ada berapa saksi yang dimintai keterangan oleh polisi dari kasus dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam (sajam) ini. Dia hanya mengatakan pemilik rumah yang ditembok, Handiyanti, akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Setelah memeriksa beberapa saksi, lanjutnya, polisi akan melakukan gelar perkara untuk memutuskan status Rully.

"Diperiksa, dia (Rully) harus mempertanggungjawabkan, tindak lanjutnya masih disidik oleh penyidik. Kan harus ada beberapa keterangan, masih ada saksi lagi untuk dipanggil," ujarnya.

"Paling nanti keterangan saksi dipanggil lagi pelapornya. Iya (Hadiyanti akan dipanggil lagi). Nanti (polisi akan) gelar perkara dulu, setelah gelar perkara baru dinyatakan apakah, yang penting gelar perkara itu menyatakan kasus (dugaan pengancaman) itu lanjut, (Rully) dijadikan tersangka atau tidak, itu tergantung nanti tim gelar perkara," kata Kombes Deonijiu.

Sebelumnya, selain akses rumahnya ditutup dengan tembok setinggi 2 meter, wanita ini juga mengalami dugaan pengancaman dengan sajam oleh Rully.

"Sudah, dari pihak kepolisian sudah memanggil. Hari ini harusnya Pak Rully-nya datang (untuk dimintai klarifikasi)," ujar Kombes Deonijiu De Fatima saat ditemui di sekitar rumah Hadiyanti, Ciledug, Kota Tangerang, Rabu (17/3).

Deonijiu menjelaskan Hadiyanti sudah melaporkan dugaan kasus pengancaman itu ke polisi. Polisi, lanjutnya, sudah meminta keterangan kepada Hadiyanti dari dugaan pengancaman itu.

Dia menambahkan polisi sudah mengirimkan surat undangan ke Rully beberapa hari lalu untuk dimintai keterangan di Polres Kota Tangerang hari ini. Bila Rully tak memenuhi panggilan, Deonijiu mengatakan polisi akan mengirimkan undangan panggilan kedua.

"Iya. Kita panggil beberapa hari yang lalu sudah memberikan surat panggilan. Nah, ini kalau Pak Rully nggak datang, kita melakukan pemanggilan kedua. Kalau nggak datang, terpaksa kita jemput untuk mempertanggungjawabkan tindakan terhadap Ibu Hadiyanti yang ada di dalam," jelasnya.

Diketahui pula, tembok yang menutup rumah Hadiyanti telah dibongkar, Rabu (17/3). Dua ekskavator diturunkan dalam proses pembongkaran ini.

Simak video 'Pemasang Akan Bangun Lagi Tembok yang Tutupi Rumah Warga di Ciledug':

[Gambas:Video 20detik]



(sab/jbr)