Round-Up

Robohnya Tembok Penghalang Rumah tapi Pemilik Lahan Tak Terima

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 05:45 WIB
Tembok yang menutup akses keluar-masuk rumah Hadiyanti (60), warga Ciledug, Kota Tangerang, dirobohkan. Ekskavator pun diturunkan.
Foto: Pembongkaran pagar tembok 2 meter (Grandyos Zafna/detikcom)

Acep enggan memperlihatkan bukti kepemilikan atau denah sketsa tanah Hadiyanti. Saat diperlihatkan sketsa denah tanah Anas Burhan, Acep mengaku gambarnya kurang dapat dipahami. Dia hanya menegaskan keluarganya tidak menyerobot tanah Anas Burhan.

"(Bukti kepemilikan tanah kami) dipecah empat. Tanah kami suratnya empat. Surat saya empat, empat surat, jadi dipecah-pecah. Kalau memang dipermasalahkan tanah dia di situ, ya silakan dipagar gitu, dipagar saja. Kami nggak memiliki tanah dia, 1 meter pun nggak miliki," kata Acep.

"Iya, memang ada tanah dia (Anas Burhan) di paling belakang (rumah). (Ada) tanah merasa miliknya, memang ada. Memang ada dia, tanah dia paling belakang. Saya nggak merasa ambil sepersen pun, 1 meter pun saya nggak ambil. Kalau ngerasa milikin, oke, siap kami beton gitu aja. Kami pagar," jelasnya.

Acep lalu memperlihatkan batas tanah Anas Burhan dan Hadiyanti yang berada di samping rumahnya. Ketika dilihat, ada dua kolam renang di samping rumah Hadiyanti.

Ada sebuah kawat panjang yang ditaruh di antara kolam renang itu. Acep menjelaskan kawat ini adalah batas kepemilikan tanah Anas Burhan dan Hadiyanti.

Dia lalu menunjukkan dua tanda garis panah di tembok dan sebuah tulisan bertuliskan 'SHM 063 a/n H. Anas Burhan'. Dijelaskan Acep, batas sebelah kiri atau ke sisi ujung arah pemakaman dari tanda garis/kawat adalah tanah milik Anas Burhan. Sedangkan sisi sebelahnya milik Hadiyanti.


(aik/rfs)