Round-Up

Robohnya Tembok Penghalang Rumah tapi Pemilik Lahan Tak Terima

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 05:45 WIB
Tembok yang menutup akses keluar-masuk rumah Hadiyanti (60), warga Ciledug, Kota Tangerang, dirobohkan. Ekskavator pun diturunkan.
Foto: Pembongkaran pagar tembok 2 meter (Grandyos Zafna/detikcom)

Herry mengatakan tanah di depan rumah Hadiyanti belum dihibahkan. Dia pun kembali mengungkapkan tanah ayahnya belum diwariskan atau kepemilikannya masih atas nama Anas Burhan.

"Kami saja belum pecah waris, belum pecah waris. Jadi ayah saya, Haji Anas Burhan itu sudah meninggal tahun 2009, ya. Kami ada ahli warisnya 4 orang. Kami belum waris sama sekali. Jadi tidak mungkin ada hibah-hibah atau apa. Tidak mungkin itu karena kepemilikannya masih diatas AJB (Akta Jual Beli Nomor) 498. Masih atas nama Anas Burhan," ucap Herry sambil memperlihatkan surat AJB.

Pihak pemasang tembok 2 meter di akses warga CiledugPihak pemasang tembok 2 meter di akses warga Ciledug Foto: Sachril Agustin Berutu/detikcom

Herry pun memperlihatkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan (SPPT PBB). Dia juga memperlihatkan sketsa kepemilikan tanah Anas Burhan

"Ini adalah tanah ini, ini tanahnya. Ini tanah semuanya, sebagian punya Haji Munir dan Ibu Yanti, sebagian masih punya kami. Termasuk tadi yang mungkin bapak dengar, itu tanah kami juga. Kenapa kok tiba-tiba buang puingnya di tempat kami, gitu. Kami juga membayar pajak lho. Jadi semua itu ada bukti-bukti kepemilikannya dari lahan ini," kata dia.

Keluarga Hadiyanti Membantah Bakal Serobot Tanah

Keluarga yang akses rumahnya dipasangi tembok, Acep Waini Munir (28), membantah akan menjual tanah milik pemasang pagar. Dia malah menyebut keluarga Anas Burhan ingin membeli tanah Hadiyanti.

"Untuk masalah jual, orang tua kami memang jual, tapi tidak menawarkan. Sempat dijual tapi karena... dia (keluarga Anas Burhan) itu apa ya, memaksakan kami jual (tanah)," kata Acep saat ditemui di rumahnya, Ciledug, Kota Tangerang, Rabu (17/3/2021).

"(Keluarga Anas Burhan) memaksa kami jual (tanah Hadiyanti) ya untuk beli ini lagi dia, memaksa kami suruh jual, gitu. Tanpa, diam-diam dia menyodorkan uang Rp 500 juta," lanjutnya.

Namun Acep mengaku tidak mengingat kapan keluarga Anas Burhan ingin membeli tanah ibunya. Dia hanya mengatakan tanah atas kepemilikan Anas Burhan memang ada di samping rumahnya.