Round-Up

Gempar 15 Muda-mudi Ditangkap Prostitusi Online di Hotel Makassar

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 21:05 WIB
Ilustrasi Prostitusi Online
Foto Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Makassar -

Sebanyak 15 muda-mudi di Kota Makassar ditangkap polisi karena terlibat prostitusi online di sebuah hotel di kawasan Panakkukang. Mereka terdiri dari 11 pemuda dan 4 wanita yang diduga sebagai PSK prostitusi online.

Selain mengamankan muda-mudi tersebut, polisi mengamankan 19 busur anak panah dan obat terlarang di lokasi penangkapan.

"Di hotel anggota melakukan penggeledahan dan menemukan sebanyak 19 mata busur dan katapelnya beserta 1 biji obat THD (daftar G)," ujar Kapolsek Panakkukang Kompol Jamal Fathur Rakhman kepada wartawan di kantornya, Selasa (9/3/2021).

Muda-mudi yang terlibat prostitusi online itu diamankan polisi pada Senin (8/3) pukul 23.50 Wita malam di salah satu hotel yang terletak di Jalan Pandang Raya. Mereka diamankan di 3 kamar.

Ke-15 orang yang diamankan itu ialah Muhammad Restu (18), Muhammad Agus (18), Rahmad Dyawan (20) Ichal (18), Reynaldi (18), Ismail (19), DD (17), AA (17), SY (17), YS (17), dan RZ (15). Sementara itu, wanita yang diamankan ialah Fitri (19), Ningsih (18), AN (17), dan SF (17).

"Kami amankan terkait adanya informasi awal terkait seks (prostitusi) online di salah satu hotel daerah Panakkukang," katanya.

Polisi masih mendalami lebih lanjut terkait keterlibatan para muda-mudi itu dalam bisnis prostitusi online. "Termasuk menentukan status dari yang diamankan," tutur Jamal.

Namun, salah seorang wanita yang menjadi PSK prostitusi online di antara muda-mudi itu sempat mengungkap perannya sebagai PSK. Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Lihat juga Video: Atiqah Hasiholan dan Ibnu Jamil Main Serial soal Prostitusi Online

[Gambas:Video 20detik]




Seorang remaja yang turut diamankan di antara muda-mudi tersebut, DL (16), mengaku terjun ke dunia prostitusi online pertama kali pada November 2020. Saat itu dia menjual keperawanannya dengan harga Rp 5 juta.

"(Jual perawan Rp 5 juta) ada orang dulu, kakek-kakek," tutur DL.

DL mengaku terpaksa terjun ke dunia prostitusi online karena masalah keluarga. Padahal, sebelumnya dia sempat mengecap pendidikan di sebuah pondok pesantren di Gowa.

"Cuma 1 tahun saya pesantren di Gowa," kata DL di Polsek Panakkukang, Makassar, Selasa (9/3/2021).

Setelah menjual keperawanannya Rp 5 juta, selanjutnya DL memasang tarif Rp 500 ribu untuk sekali kencan dengan pelanggannya. Namun DL mengaku tak aktif mencari pelanggan.

DL juga mengaku seorang anak yatim. Ibunya telah pulang kampung, sementara ayahnya telah meninggal dunia. DL kini tinggal bersama nenek dan seorang kakak kandungnya.

DL menegaskan dia terjun ke dunia prostitusi online bukan semata-mata alasan ekonomi, tapi karena masalah keluarga. "Bukan ekonomi, permasalahan keluarga. Tapi privasilah," tutur DL.

Saat menjalani dunia prostitusi, DL mengaku sebenarnya takut. Namun dia tetap menjalaninya.

"Sebenarnya saya takut. Itulah tidak sering begini (tidak aktif mencari pelanggan), ada tong pi lagi (nanti ada yang memesan jasa baru melakukan kencan)," jelas DL.

(nvl/nvl)