Round-Up

Jejak Keterlibatan Nurdin Abdullah di Kasus Dugaan Suap Dibongkar KPK

Rahmat Fathan - detikNews
Minggu, 28 Feb 2021 07:48 WIB

Pada saat OTT dilakukan pada 26 Februari malam, Agung Sucipto diduga telah menyerahkan uang kepada Nurdin Abdullah melalui Edy Rahmat. Uang yang diserahkan itu sejumlah Rp 2 miliar.

"AS selanjutnya pada tanggal 26 Februari 2021 diduga menyerahkan uang sebesar Rp 2 Miliar kepada NA melalui ER," sebut dia.

Firli menyebut Nurdin Abdullah juga menerima uang dari kontraktor lain. Sehingga, jika dijumlah total uang itu mencapai Rp 5,4 M.

"Selain itu NA juga diduga menerima uang dari kontraktor lain diantaranya sebagai berikut. Pertama pada akhir tahun 2020, NA menerima uang sebesar Rp 200 juta. Kemudian pertengahan Februari 2021, NA melalui SB menerima uang Rp 1 Miliar. Selanjutnya pada wal Februari 2021, NA melalui SB menerima uang Rp 2,2 Miliar," jelasnya.

Saat ini, KPK telah menahan 3 tersangka tersebut. Mereka di tahan di rutan KPK.

"Para tersangka NA, ER dan AS dilakukan penahanan selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 27 Februari 2021 sampai dengan 18 Maret 2021," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari.

NA yang dimaksud Firli adalah Nurdin Abdullah. Lalu, ER adalah Edy Rahmat selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel dan AS adalah Agung Sucipto selaku kontraktor proyek.

Nurdin Abdullah ditahan di rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur. Sedangkan Edy Rahmat ditahan di Rutan KPK Kavling C1 dan Agung Sucipto di Rutan Gedung Merah Putih.

Halaman

(lir/eva)