ADVERTISEMENT

Round-Up

Disdik Cari Solusi untuk Guru Honorer Dipecat Usai Posting Gaji

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 05:31 WIB
Guru Honorer di Bone yang Dipecat Gegara Posting Gaji Berharap Kembali Mengajar (Foto: Zulkipli/detikcom)
Foto: Guru Honorer di Bone yang Dipecat Gegara Posting Gaji Rp 700 ribu, Hervina (34) (Foto: Zulkipli/detikcom)
Bone -

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah mencari solusi agar guru honorer yang dipecat karena memposting gaji Rp 700 ribu, Hervina (34) dapat kembali mengajar. Di antara solusi tersebut mencarikan sekolah lain untuk Hervina mengajar.

"Diusahakan dicarikan tempat yang di sekolah lain," kata Kadisdik Bone Andi Samsiar Halif kepada detikcom, Senin (15/2).

Samsiar sendiri telah menjelaskan duduk perkara mengapa Hervina tidak bisa lagi mengajar di SDN 169 Desa Sadar, tempat di mana dia pernah mengabdi sebagai guru honorer selama 16 tahun. Menurut Samsiar, sudah ada dua guru baru berstatus PNS yang telah ditunjuk menggantikan Hervina.

"Ini karena adanya CPNS masuk dua orang untuk mengajar, otomatis kan ini ada CPNS masuk, dibandingkan dengan guru honorer, makanya kami mencarikan solusi untuk memfasilitasi jalan yang terbaik," katanya.

Sementara itu, Hervina memang masih terus berjuang terhadap nasibnya. Terbaru, Hervina mengadukan kasusnya ke pihak DPRD Bone. Dengan didampingi oleh suami, orang tuanya, hingga sejumlah warga Desa Sadar, hingga sejumlah pendamping hukum, Hervina tiba di DPRD Bone pada Senin (15/2).

Dalam pertemuan dengan wakil rakyat, Hervina kembali mengisahkan pengalaman pahit saat dia tiba-tiba dipecat kerena posting gaji di media sosial. Ironisnya, Hervina dipecat lewat pesan singkat WhatsApp di mana pesan itu dikirim oleh suami Kepsek.

Terkait fakta itu, Pendamping Hukum Hervina, Ashar Abdullah, mempertanyakan wewenang Jumrang, selaku suami dari kepala sekolah SD 169 Desa Sadar bisa memecat Hervina. Ashar kemudian meminta DPRD Bone untuk mengusut lebih lanjut pemecatan tersebut.

"Jadi kami sudah menyiapakan pernyataan sikap yakni, meminta kepada DPRD Kab. Bone, komisi terkait, serta meminta kejelasan dan kewenangan admistrasi 'suami' dari Kepala Sekolah SD Sadar 169, Kecamatan Tellu Limpoe, Kab. Bone (H. Jumrang) yang mengirim pesan via WA, seperti yang ibu Hervina telah paparkan tadi. Jadi postingan ibu Hervina tadi adalah ungkapan terima kasih," kata Ashar.

Tim hukum juga mempertanyakan kewenangan suami dari kepala sekolah yang memecatHervina. Simak selengkapnya di halaman selanjutnya>>>



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT