Kades Sarankan Guru Honorer yang Dipecat Gegara Posting Gaji Diangkat PNS

Zulkipli Natsir - detikNews
Minggu, 14 Feb 2021 16:09 WIB
Guru Honorer di Bone yang Dipecat Gegara Posting Gaji Berharap Kembali Mengajar (Foto: Zulkipli/detikcom)
Guru Honorer di Bone yang Dipecat Gegara Posting Gaji Berharap Kembali Mengajar (Zulkipli/detikcom)
Bone -

Kasus guru honorer SDN 169 Sadar, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, bernama Hervina (34), yang diberhentikan gara-gara mem-posting gajinya Rp 700 ribu di media sosial (medsos), mendapatkan atensi dari berbagai pihak. Salah satunya dari Kepala Desa Sadar, Andi Sudi Alam.

Andi meminta mempertanyakan soal pemberhentian Hervina jadi guru honorer. Menurut Andi, keberadaan guru honorer ini sangat dibutuhkan di desanya.

"Hervina ini asli putra daerah di sini. Saya kenal dia, orangnya baik dan peduli kepada warga. Sering bantu-bantu juga jika ada kegiatan di pemerintahan desa," ungkap Andi Sudi Alam, saat diwawancara detikcom di kediamannya, Minggu (14/2/2021).

Andi mengungkap desanya sangat kekurangan tenaga pengajar. Dari 2 sekolah dasar (SD), hanya ada 4 guru PNS.

"Perlu ada penambahan tenaga pengajar di Desa Sadar. Sekarang baru ada penambahan 2 orang di 2 Sekolah. Sebelumnya, yang PNS selaku guru juga ikut merangkap menjadi kepala sekolah. Kalau saya perhatikan selama ini, yang honor kan memang asalnya dari sini, itu aktif. Kalau yang PNS ya kadang masuk," ungkap Andi Sudi.

Andi menyarankan agar status Hervina dan guru honorer di Desa Sadar menjadi PNS. Andi menekankan pentingnya mempertimbangkan dari aspek kearifan lokal serta fakta yang ada di lapangan.

"Mohon kiranya jika bisa, pemerintah PNS kan saja itu guru honorer di desa ini. Karena kami warga di sini kadang kecewa, setiap kali ada PNS dari luar yang terangkat dan ditempatkan masuk di sini. Awalnya aktif mengajar, tidak lama, paling 2 atau 3 bulan saja kemudian minta pindah, padahal kan aturannya harus siap ditempatkan dimana saja, kapan mau maju anak sekolah kalau begini," ungkap Andi Sudi.

Sebelumnya, Hervina mem-posting gajinya Rp 700 ribu di akun Facebook-nya. Akibat posting-annya itu, Hervina ditelepon berkali-kali oleh kepala sekolahnya. Namun, karena panggilan telepon tersebut tidak sempat diangkat Hervina, kepala sekolah kemudian mengirim pesan singkat yang berisi pemecatan dirinya dari guru honorer.

"Dia (kepala sekolah) kirim pesan WA, 'tabe (permisi), cari saja sekolah yang lain yang bisa gaji ki (anda) lebih banyak, mulai sekarang Istirahat saja mengajar'," ujar Hervina menirukan pesan singkat pemecatannya, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (11/2).

Hervina mengaku sudah 16 tahun mengajar di SDN 169 Desa Sadar. Hervina heran akan sebab pemecatannya dari guru honorer. Dia juga tidak sempat diberi waktu untuk menjelaskan maksud posting-annya itu.

Hervina mengungkapkan posting-annya itu bukan untuk mengeluh atau merendahkan pihak sekolah yang memberinya gaji kecil. Namun ia justru dipecat tanpa kesempatan untuk memberi klarifikasi. Bahkan Hervina juga sudah meminta maaf ke kepala sekolah (kepsek) tempatnya mengajar. Namun Hervina mengaku permohonan maafnya diacuhkan kepala sekolah bernama Hamsina.

"Saya minta maaf lewat WhatsApp, bilang 'minta maaf kalau ada yang salah di posting-anku, bukan maksudku menjelekkan (ibu kepala sekolah), saya posting seperti itu karena saya berterima kasih, saya dikasih dana bos selama 4 bulan, jadi langsung saya bayar utangku'," ujar Hervina.

(isa/isa)