Round Up

Asa Bisa Mengajar Lagi Guru Honorer yang Dipecat karena Unggah Gaji

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 15 Feb 2021 05:35 WIB
Guru Honorer di Bone yang Dipecat Gegara Posting Gaji Berharap Kembali Mengajar (Foto: Zulkipli/detikcom)
Foto: Guru Honorer di Bone yang Dipecat Gegara Posting Gaji Berharap Kembali Mengajar (Foto: Zulkipli/detikcom)
Jakarta -

Guru honorer SDN 169 Sadar, Hervina (34) diberhentikan gara-gara mem-posting gajinya Rp 700 ribu di media sosial (medsos). Hervina menceritakan perjalanan karirnya mengajar sejak 2005, kini ia berharap dapat mengajar lagi.

detikcom menemui Hervina di kediamannya, di Desa Sadar, Kecamatan Tellu limpoe, Minggu (14/2/2021). detikcom harus melalui perjalanan memutar panjang melewati sebagian wilayah Kabupaten Soppeng, hingga perbatasan Kabupaten Barru, yang kemudian masuk ke jalur pedalaman untuk sampai di desa di Kabupaten Bone itu.

Tiba di SDN 169 Sadar, di Dusun Lakariki, Desa Sadar, Tellu Limpoe, kondisi sekolah tampak sunyi tak berpenghuni. Sekolah berstatus satu atap ini juga ikut menjalani sistem belajar online sejak Januari lalu saat Pandemi COVID-19 melanda. Para guru pun hanya diwajibkan datang sekali seminggu ke sekolah ini.

Tak jauh dari sekolah, tampak rumah Hervina, eks guru honorer yang dipecat dan dinyatakan telah digantikan. Hervina, yang terus didampingi suami, masih terlihat syok dan murung.

"Kondisinya masih agak syok," kata Asdar, suami Hervina.

Asdar mengatakan, setelah diberhentikan, istrinya banyak berdiam diri di rumah dan fokus pada kesehatannya. Untuk diketahui, Hervina saat ini juga tengah berjuang melawan kanker payudara yang dideritanya.

Saat diwawancara detikcom, Hervina pun bercerita tentang kisah awal dia bergabung sebagai guru honorer pada 2005. Kala itu, kata dia, cukup susah mencari tenaga pengajar asal daerah tersebut. Kepala sekolah yang menjabat saat itu adalah Jumrang, yaitu suami kepala sekolah yang menjabat saat ini.

"Saat itu, saya baru lulus SMA dan belum ambil ijazah. Kepala sekolah meminta saya untuk ikut membantu mengajar. Saya mengajar bersama 1 guru honor lain dan 1 PNS, yaitu kepala sekolah. Dan kemudian saya mengajar di kelas 1 SD, pernah juga di kelas 2," tutur Hervina.

Profesi sebagai pengajar diakui sebagai pekerjaan mulia yang amat dicintainya, meski hanya berstatus sebagai guru honorer. Dia pun mengaku sempat ke Kalimantan pada 2014 lantaran ikut suami yang bekerja di sana. Dia kemudian kembali ke kampung halaman pada 2017.

"Saya ke Kalimantan ikut suami waktu itu. Sekitar tahun 2014 dan kembali lagi tahun 2017," ungkap Hervina.

Dia pun mengaku kembali masuk mengajar karena menganggap namanya masih ada dalam daftar guru dan pihak sekolah pun masih menerima. Sakit kanker payudara yang kerap kambuh tidak membuatnya putus asa dan berhenti sebagai guru honorer.

Saat Pandemi melanda sejak 2020, Hervina mengaku aktif mengajar. Kadang, ia juga membuat kelas khusus bagi para murid yang mau datang belajar di rumahnya.

"Jadi awal-awal Pandemi 2020 lalu, banyak orang tua kebingungan, katanya sekolah tutup. Jadi dia singgah ke rumah, dia minta anaknya di ajar, jadi belajar disini," tutur Hervina.

Hingga saat ini, Hervina mengaku masih membutuhkan pekerjaannya sebagai guru. Dia berharap bisa kembali mengajar di SD itu sebagai wujud baktinya sebagai putri asli daerah Desa Sadar.

"Jika masih diizinkan kembali, saya siap. Namun jika sudah tidak bisa lagi, ya mau diapa," ungkap Hervina.

Simak juga video 'Guru Honorer yang Jadi PPPK Dapat Tunjangan Rp 4 Juta':

[Gambas:Video 20detik]