Round-Up

Dugaan Aliran Dana ke Setneg dari Kasus Dirgantara Mulai Diintip KPK

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 07:39 WIB
Ilustrasi korupsi
Foto: Ilustrasi korupsi (Edi Wahyono)
Jakarta -

Panggilan pemeriksaan KPK terhadap mantan Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) Taufik Sukasah tentu menimbulkan tanda tanya besar. Apa yang ingin digali KPK hingga memanggil mantan pejabat 'ring 1' itu?

Taufik dipanggil KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan kegiatan penjualan dan pemasaran pada PT Dirgantara Indonesia (DI) tahun 2007-2017. Sejak tahun lalu, KPK memang sedang menyelidiki kasus dugaan korupsi di PT DI.

Taufik dipanggil KPK pada Selasa (26/1/2021). Selain Taufik, ada 2 lagi pejabat Setneg yang dipanggil KPK, yakni mantan Kepala Biro Umum Sekretariat Kementerian Sekretariat Negara Indra Iskandar, dan yang masih menjabat, Kepala Biro Umum Sekretariat Setneg Piping Supriatna.

Tapi sebenarnya apa yang ingin diketahui oleh KPK? Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara (Jubir) Ali Fikri mengungkapkan tujuan dan maksud pemeriksaan ini.

Ternyata, KPK mengendus aliran uang dari dugaan korupsi di PT DI ke oknum-oknum pejabat di Setneg. Namun, KPK menyebut hanya dua orang yang dicecar seputar dugaan aliran uang ke Setneg.

Dua saksi yang dimaksud adalah mantan Kepala Biro Umum Sekretariat Setneg Piping Supriatna. Satu lagi, mantan Sekretaris Setneg Taufik Sukasih.

"Kedua saksi tersebut didalami pengetahuannya terkait adanya dugaan penerimaan sejumlah dana oleh pihak-pihak tertentu di Setneg terkait proyek pengadaan servis pesawat PT Dirgantara Indonesia," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (26/1/2021).

Kemarin, Rabu (27/1), KPK eks Kabiro Keuangan Setneg, Suharsono, sebagai saksi. Suharsono pun hadir memenuhi panggilan KPK.

"Saksi sudah hadir dan sedang menjalani pemeriksaan di KPK," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (27/1).

Sementara Indra Iskandar meminta pemeriksaannya dijadwalkan ulang besok, Jumat (29/1).

"Yang bersangkutan memberikan konfirmasi untuk dilakukan penjadwalan kembali pada hari Jumat," ucap Ali.

Simak tanggapan Setneg di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2