KPK Sita Uang-Aset Properti Senilai Rp 40 M di Kasus Korupsi PT DI

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 03 Nov 2020 18:17 WIB
Gedung KPK
Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK langsung menahan tiga tersangka baru kasus korupsi di PT Dirgantara Indonesia (DI). Dalam kasus ini, KPK menyita sejumlah uang dan aset properti senilai puluhan miliar rupiah.

"Tim penyidik telah melakukan pemeriksaan sebanyak 108 orang dan telah melakukan penyitaan aset berupa uang dan properti (tanah dan bangunan) senilai Rp 40 M," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Selasa (3/11/2010).

Tiga tersangka baru itu adalah Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan PT DI periode 2007-2014 dan terakhir menjabat Direktur Produksi PT DI periode 2014-2019 Arie Wibowo (AW), Direktur Utama PT Abadi Sentosa Perkasa Didi Laksamana (DL), dan Dirut PT Selaras Bangun Usaha Ferry Santosa Subrata (FSS). Ketiganya dijerat sebagai tersangka dalam pengembangan kasus.

Alex mengatakan perbuatan para tersangka mengakibatkan terjadinya kerugian keuangan negara pada PT DI (Persero) senilai Rp 202.196.497.761 dan USD 8.650.945. Sehingga total kerugian negara lebih-kurang Rp 315 miliar dengan asumsi kurs 1 USD adalah Rp 14.600.

Dia mengatakan ketiga tersangka ini turut menerima aliran sejumlah dana dari hasil pencairan pembayaran pekerjaan mitra penjualan fiktif. AW menerima Rp 9,1 miliar, DL sebesar Rp 10,8 miliar, dan FSS sebesar Rp 1,9 miliar.

"KPK akan terus berupaya semaksimal mungkin menyelesaikan perkara yang berhubungan dengan kerugian negara sebagai bentuk upaya penyelamatan keuangan negara," ujar Alex.