Sungguh Tega Eks Anggota Dewan Cabuli Anak saat Istri Positif Corona

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 06:15 WIB
Mantan anggota DPRD NTB cabuli anak kandung (Foto: Istimewa)
Foto: Mantan anggota DPRD NTB cabuli anak kandung (Foto: Istimewa)

Pelaku Membantah Pencabulan

Ali Ahmad membantah pencabulan terhadap anaknya yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) tersebut. Dia tidak mengaku perbuatan bejatnya meski polisi mengantongi bukti-bukti.

"Tidak itu, tidak. Masak sama anak kandung sendiri," kata AA di Mapolresta Mataram seperti dilansir Antara, Jumat (22/1).

Dia beralasan hanya melepas rindu dengan korban yang merupakan anak istri keduanya. Dia tetap membantah melakukan pencabulan terhadap anaknya yang berusia 17 tahun itu.

"Saya ini sudah lama tidak ketemu dengan anak saya. Karena saya juga sudah lama bercerai sama ibunya," katanya.

Dia mengaku pertemuannya dengan korban juga telah direstui oleh mantan istrinya yang kini sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit (RS) karena terjangkit COVID-19. AA mengaku bertemu dengan korban untuk membicarakan rencana masuk perguruan tinggi dan membahas segala kebutuhannya.

"Minta HP, minta uang, sudah itu, dia juga minta uang untuk les," ucap dia.

Mantan anggota DPRD NTB cabuli anak kandung (Foto: Istimewa)Tersangka ditahan di Polresta Mataram untuk diperiksa lebih intensif (Foto: Istimewa)

Polisi menyatakan bantahan dari terduga pelaku adalah hal yang biasa. Polisi tetap memproses kasus ini karena mengantongi bukti-bukti dan keterangan saksi. Salah satu alat bukti yang menguatkan Ali Ahmad sebagai tersangka adalah hasil visum korban. Dalam catatan medis korban, terdapat luka baru dengan bentuk yang tidak beraturan pada kelamin dan payudara korban.

Pelaku Dipecat Partai

Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Nusa Tenggara Barat (DPW PAN NTB) memecat Ali Ahmad (65), tersangka kasus pencabulan anak kandungnya sendiri. Ali Ahmad dipecat karena dinilai telah merusak citra dan nama partai.

"Langsung kita pecat dari kader," kata Ketua DPW PAN NTB Muazzim Akbar seperti dilansir Antara, Jumat (22/1).

Dia mengakui Ali Ahmad merupakan eks anggota DPRD NTB lima periode. Namun Ali Ahmad sudah bukan lagi pengurus DPW PAN NTB maupun kader partai.

Dia menjelaskan Ali Ahmad memilih berseberangan dengan DPW PAN NTB yang mendukung kembali pencalonan Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum DPP PAN pada Musyawarah Nasional (Munas) atau Kongres V yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Februari 2020.

Dia mengatakan, setelah Munas Kendari, Ali Ahmad disebut bergabung dengan partai baru bentukan Amien Rais, yakni Partai Ummat. Dia menolak Ali Ahmad dikaitkan dengan PAN.

"Jadi informasi yang kami terima, AA ini dipersiapkan menjadi Ketua DPW Partai Ummat NTB. Oleh karena itu, kalau dikaitkan dengan PAN, AA sudah tidak lagi ada hubungan dengan PAN," kata Muazzim.


(jbr/idh)