detikcom Do Your Magic

Kerahkan Truk, Pemkot Depok Mulai Angkut Sampah dari Kali Baru Cijantung

Taufieq Renaldi Arfiansyah - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 17:23 WIB

Eko menyampaikan panjang dari tumpukan sampah yang terjadi lebih dari 200 meter. Namun, sampah diperparah dengan adanya sampah warga yang longsor dari tebing sungai.

"Lebih dari 200 meter ini, karena sampai di ujung jembatan merah situ. Di sana juga menumpuk sampah dari warga di pinggiran tebing kali. Banyak juga sampah dari warga yang longsor," ungkap Eko.

Sebelumnya pihak Pemkot sudah menerima laporan dari warga terkait penumpukan sampah. Keluhan warga disebabkan sampah yang tersendat sampai menjadi penumpukan.

"Betul ada juga kemarin seminggu yang lalu mereka mengeluhkan sampah yang di ujung sana itu yang sebelum pasar Pal, karena di sini (jembatan di depan PT YKK) alirannya tersendat maka di sana menumpuk, gitu. Ada laporan juga itu dari warga," kata Eko.

Eko menjelaskan untuk kendala dalam normalisasi Kali Baru dilakukan secara manual karena alat berat tidak bisa diturunkan. Jadi, untuk pengerjaan normalisasi Kali Baru, pihak Pemkot tidak bisa merinci akan selesai kapan.

"Soalnya kita mau pakai bantu alat berat buat turun aja nggak bisa, curam. Karena ini manual, kita nggak bisa prediksi sampai dua minggu, sebulan, kita nggak tahu. Cuman kita berharap bisa cepat saja," ungkap Eko.

Satgas gabungan DPUPR dan DLH dari Pemkot Depok bersihkan sampah di Kali Besar Cijantung, Kampung Palsigunung, Cimanggis. (Taufieq Renaldi Arfiansyah/detikcom)Satgas gabungan DPUPR dan DLH dari Pemkot Depok bersihkan sampah di Kali Besar Cijantung, Kampung Palsigunung, Cimanggis. (Taufieq Renaldi Arfiansyah/detikcom)

Eko berpesan kepada warga jangan menyalahkan satgas yang bertugas ketika sampah terlihat menumpuk. Dia juga menyoroti masih banyak warga bantaran Kali Baru yang masih membuang sampah di kali.

"Kami dari dinas terutama para Satgas yang selalu mungkin dibilang kerjanya kurang efektif, padahal kesadaran dari pada para warga sendiri dari masyarakat sendiri itu terutama banyak yang di bantaran kali atau yang buang sampah sembarangan itulah kami harap untuk sadar tidak membuang sampah ke kali," pungkas Eko.

Halaman

(dnu/dnu)