Saksi Ngaku Dihubungi Pengacara agar Damai dengan Nurhadi

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 08 Jan 2021 22:39 WIB
Eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi diperiksa di KPK. Dia diperiksa bersama dengan menantunya, Rezky Herbiyono yang juga ditahan.
Nurhadi saat mengenakan rompi tahanan KPK. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Saksi bernama Iwan Cendekia Liman mengaku pernah dihubungi pengacara Lucas bernama Jefri Moses saat status mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi ditetapkan sebagai tersangka suap perkara oleh KPK. Iwan mengaku pernah ditawari damai oleh Jefri.

Awalnya jaksa KPK Wawan Yunarwanto bertanya ke Iwan terkait apakah ada upaya damai dari pihak Nurhadi ke Iwan Liman. Iwan mengaku pada Februari 2020 dia pernah dihubungi oleh pengacara Lucas bernama Jefri yang mencoba mendamaikan Nurhadi dengan Iwan.

"Sejak kapak tahu terdakwa ini DPO dan tersangka? Selama ditetapkan tersangka dan DPO, apakah ada upaya lakukan perdamaian dengan Saudara?" tanya jaksa KPK Wawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (8/1/2021).

"Ada, sebelum penetapan (terdakwa) sebagai DPO 12 Februari 2020," jawab Iwan Liman.

"Siapa yang menemui Saudara?" tanya jaksa lagi.

"Bukan menemui, tapi mengontak saya. Pengacara lucas Jefri Moses. (Yang disampaikan) intinya saya mau berdamai ataukah masih mau berdamai, kemudian atas WA tersebut saya capture semua dan saya serahkan ke penyidik dan juga ke biro hukum, maka saya nggak pernah menemui Jefri Moses, melainkan yang menemui saya adalah kuasa hukum saya, Haris Azhar," ujar Iwan.

"Tentang permintaan Jefri Moses, kalau berdamai maka seluruh utang saya dikembalikan plus ada ganti rugi. Namun mereka tidak meminta saya mencabut BAP, melainkan menjelaskan semua isi BAP," lanjut Iwan.

Iwan menyebut Jefri saat itu meminta Iwan membeberkan apa saja keterangan Iwan dalam penyidikan. Iwan juga menyebut Jefri mengatakan bersedia menemui Iwan dan Nurhadi di Jakarta.

"Semua keterangan saya, BAP penyidik diceritakan ke mereka. Bahkan Jefri Moses sanggup mempertemukan saya dan Pak Nurhadi akan tetapi di Jakarta," kata Iwan.

Menurut Iwan, Jefri hanya menghubunginya sekali. Selebihnya, Iwan menyerahkan itu ke kuasa hukumnya.

Dalam persidangan ini, Rezky Herbiyono membantah keterangan Iwan. Rezky menegaskan dirinya tidak pernah melakukan upaya perdamaian dengan Iwan, apalagi meminta Jefri.

"Tidak mungkin ada upaya perdamaian antara saya dan keluarga saya dengan Iwan Liman. Kami akan hadapi. Yang Mulia, kami minta Jefri dihadirkan Yang Mulia," tutur Rezky.

Senada dengan Rezky, Nurhadi juga membantah keterangan Iwan. Dia juga meminta Jefri dihadirkan dan dikonfrontasi dengan Iwan.

"Iya Yang Mulia tolong hadirkan semua nama-nama yang disebut saksi, yaitu Hiendra Soenjoto, Dodi Gunawan, Jefri, Tata, dan kuasa Lucas tadi," kata Nurhadi.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3