Saksi Ngaku Dihubungi Pengacara agar Damai dengan Nurhadi

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 08 Jan 2021 22:39 WIB
Eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi diperiksa di KPK. Dia diperiksa bersama dengan menantunya, Rezky Herbiyono yang juga ditahan.
Nurhadi saat mengenakan rompi tahanan KPK. (Ari Saputra/detikcom)


Jaksa Buka Chat Menantu Nurhadi

Iwan Cedekia Liman mengungkapkan isi chat antara menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono dengan Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto. Iwan memberikan chat itu ke penyidik dan diungkap dalam persidangan Nurhadi.

Awalnya, dia menceritakan tentang Rezky yang sering meminjam duit ke Iwan. Singkat cerita, Iwan mengaku pernah menagih uang Rp 10 miliar yang pernah dipinjam Rezky dengan jaminan cek Rp 30 miliar milik Hiendra Soenjoto, dari situlah Rezky menunjukkan chat antara Rezky dan Hiendra.

Dalam chat itu, Rezky meminta Iwan bersabar karena Rezky akan membayar Iwan setelah Hiendra memberikan uang Rp 15 miliar ke Nurhadi.

"Itu berarti 2 bulan sudah lewat dari janjikan permasalahan uang Rp 10 miliar, karena saya nagih untuk meminta Rp 10 miliar dikembalikan, atau saya cairkan cek Rp 30 miliar yang ada di saya, maka Saudara Rezky Herbiyono berusaha menenangkan saya, bahwa ada pembayaran khusus dari Hiendra Soenjoto kepada Bapak Nurhadi sebesar Rp 15 miliar yang akan dibayarkan melalui cek Bank BNI," ungkap Iwan.

Berikut chat Rezky dan Hiendra yang didapat Iwan dari Rezky dan dibacakan jaksa KPK dalam sidang:

Rezky: Pak maaf ceknya salah, Oktober terlalu lama bisa diganti baru bikin 19 November saja kalau bisa hari ini ya pak. Soalnya Babeh (Nurhadi) nggak mau soalnya terlalu lama

Hiendra: Aduh mas kantor tutup semua mas? kalau saya coret gimana mas

Rezky: Kalau coret sama stempel ya Pak, masalahnya Babeh (Nurhadi) paham kalau coret kurang stempel sama aja ada coretan.

"Chat itu dikirim ke Saudara karena Saudara nagih utang?" tanya jaksa KPK.

"Benar. Atas Rp 15 miliar, Rp 10 miliar itu pembayaran utang. Atas Rp 5 miliar itu kesepakatan maka dibagi 70, 30," tutur Iwan.

Untuk diketahui, Hiendra Soenjoto juga merupakan tersangka dalam kasus ini. Hiendea ditetapkan tersangka sebagai penyuap Nurhadi dan Rezky Herbiyono terkait penanganan perkara di sejumlah pengadilan negeri.

Dalam sidang ini, Nurhadi didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp 83 miliar bersama-sama dengan Rezky Herbiyono terkait pengurusan perkara di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, ataupun peninjauan kembali. Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi dalam kurun 2012-2016.

Uang suap ini diterima Nurhadi dan Rezky dari Hiendra Soenjoto selaku Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) agar keduanya membantu Hiendra dalam mengurus perkara. Jaksa menyebut tindakan Nurhadi itu bertentangan dengan kewajibannya sebagai Sekretaris MA.

Halaman

(zap/dkp)