Round-Up

Parah Kelakuan Remaja Demi Eksistensi Sampai Keroyok 2 Tentara

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 05 Jan 2021 04:40 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Foto: Ilustrasi pengeroyokan (dok detikcom)
Jakarta -

Sungguh parah aksi sejumlah remaja di Bengkulu ini. Mereka mengeroyok dua tentara. Usut punya usut, aksi kekerasan mereka terhadap kedua tentara itu demi eksistensi diri.

Peristiwa pengeroyokan dua tentara itu terjadi pada Kamis (30/12/2021) pukul 23.30 WIB, di Rejang Lebong, Bengkulu. Dua TNI itu yakni Prada Yopan Setiandi dan Pratu Agus Salim yang bertugas di Yonif 144 Jaya Yudha Curup dikeroyok. Waktu itu, dua anggota TNI yang sedang tidak berseragam itu berteduh dari hujan.

"Waktu itu gerimis, anggota berteduh di situ di lapangan Setia Negara itu kan ada pendopo ada balai, mereka berteduh di situ, sekelompok pemuda tadi sedang kumpul di pojok sambil minum tuak," kata Kapolres Rejang Lebong, AKBP Puji Prayitno, Senin (4/1/2021).

AKBP Puji kemudian menjelaskan Prada Yopan menerima telepon, suara Yopan dikeraskan karena sedang hujan. Para tersangka lalu tertawa. Anggota TNI tersebut bertanya kenapa tertawa.

"Terus saudara Bobi datangi, 'kenapa bang, nggak terima?' kemudian versi dari korban, korban Yopan ditendang, habis ditendang yang lainnya karena pengaruh miras ikut berdiri sehingga terjadi perkelahian," ujarnya.

Polisi kemudian menetapkan 8 tersangka dalam kasus pengeroyokan tentara ini. Berikut peran para pelaku setelah diperiksa dan dikonfrontir:

1. RW alias R memukul dengan cara meninju bagian bahu kiri korban dan menarik baju Pratu Agus Salim
2. R meninju korban di bagian leher dan punggung bagian belakang Yopan Setiabudi
3. Bobi Wijaya Alias Bobi (21) menusuk dan meninju korban Pratu Agus Salim dan Prada Yopan Setiabudi
4. Randi (20) menusuk dan memukul Pratu Agus Salim
5.RE meninju dan menendang bagian kepala dan pinggang Pratu Agus Salim
6. A meninju Pratu Agus Salim di bagian pinggang
7. KP menendang bagian pinggang Pratu Agus Salim
8. J meninju Pratu Agus Salim.

"Dua orang saksi D dan J sebab saat kejadian dua orang tersebut sedang keluar beli rokok," ucap AKBP Puji.

Setelah didalami polisi, terungkap sejumlah tersangka masih seumur jagung. Empat dari delapan tersangka yang mengeroyok dua anggota TNI tersebut adalah remaja.

"Tersangka delapan. Dari delapan pelaku, empat anak-anak, empat dewasa," kata AKBP Puji Prayitno.

Simak selengkapnya soal eksistensi, di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2