Pieter Erberveld: Sosok Hero Batavia, Tubuhnya Tercerai Berai Ditarik Kuda

ADVERTISEMENT

Urban Legend

Pieter Erberveld: Sosok Hero Batavia, Tubuhnya Tercerai Berai Ditarik Kuda

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 30 Des 2020 13:52 WIB
Pieter Erberveld (Danu Damarjati/detikcom)
Ilustrasi. Ukiran nama Pieter Erberveld di prasasti. (Danu Damarjati/detikcom)

Nasib monumen

Monumen Peter Erberveld sempat berdiri di lokasi eksekusi matinya, yakni di sekitar lokasi yang saat ini dinamakan Kampung Pecah Kulit, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat. Monumen itu dibangun Belanda supaya menjadi peringatan agar tak ada lagi orang yang memberontak.

Wujud monumen itu adalah tembok bercat putih dengan tulisan berbahasa Belanda dan Jawa, bunyinya 'Sebagai kenangan dari pengkhianat Peter Erbervelt, tidak seorang pun kini boleh membangun, membuat, meletakkan batu atau menanam di tempat ini'. Di atas monumen dipasang tengkorak tiruan dari gipsum.

Namun monumen itu dihancurkan oleh Jepang saat menjajah Indonesia pada pertengahan 1942.

Meski begitu, surat kabar Pandji Poestaka sempat menyiarkan catatan soal Erberveld dengan nada hormat, diterbitkan pada momentum peringatan setahun menyerahnya Belanda ke Jepang. Saat itu, Jepang memang membenci Belanda, maka sosok Erberveld bisa 'terangkat' meski monumennya di Pinangsia tetap dihancurkan. Begini kutipan dari Pandji Poestaka:

Melawan Belanda

Kira-kira 200 tahun jang lampau, beberapa poetera Mataram dengan dibantoe oleh seorang Indo-Djerman bernama Pieter Erberveld dengan kawannja Karto Drijo, telah mentjoba meroeboehkan dan mereboet kekoeasaan Belanda di Djakarta. Pertjobaan ini sajang ta berhasil. Pieter Erberveld dengan kawan-kawanja ditangkap, dan dihoekoem mati . Kepala Pieter Erberveld oleh pemerintah Belanda disoela dan ditantjapkan ditembok disoeatoe tempat di Djakarta, oentoek didjadikan lambang nasib mereka jang berani memberontak melawan kekoeasaan Belanda. Sekarang pada zaman peroebahan ini, djasa Pieter Erberveld mendapat penghargaan jang semestinja.

Batu asli dari monumen Pieter Erberveld kemudian ditempatkan di Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah), Kota Tua. Replika monumen dalam bentuk yang persis sama dibangun lagi di Museum Prasasti, Tanah Abang, Jakarta Pusat.


(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT