Kampung Pecah Kulit Jakarta, Saksi Bisu Hukuman Mati Sadis Pelaku Makar

ADVERTISEMENT

Urban Legend

Kampung Pecah Kulit Jakarta, Saksi Bisu Hukuman Mati Sadis Pelaku Makar

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 30 Des 2020 11:18 WIB
Kampung Pecah Kulit, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat. (Danu Damarjati/detikcom)
Salah satu sudut Kampung Pecah Kulit, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat. (Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta -

Jakarta adalah kota dengan sejarah panjang perjuangan dan kekejaman. Salah satu sudut kota ini menyimpan legenda sadis eksekusi mati.

Zaman dahulu, eksekusi mati tidak mengindahkan kemanusiaan. Pada zaman VOC, hukuman mati pernah dilakukan dengan cara menarik tubuh terdakwa ke empat arah penjuru mata angin dengan kuda.

Cara eksekusi mati sadis itu sempat terjadi di Batavia, nama Jakarta di masa lalu. Saat itu adalah zaman VOC (Perusahaan Hindia Timur Belanda) abad ke-18.

Eksekusi mati itu membuat tubuh orang yang dihukum menjadi tercerai-berai, kulitnya pecah terburai. Konon, deskripsi mengerikan itu mengilhami nama Kampung Pecah Kulit, Jalan Pangeran Jayakarta, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, sekitar 1 km dari Stasiun Jakarta Kota.

"Kampung Pecah Kulit, Petilasan yang Hilang," begitulah Alwi Shahab menjuduli salah satu bab dalam bukunya, 'Betawi: Queen of The East'.

Kampung Pecah Kulit, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat. (Danu Damarjati/detikcom)Kampung Pecah Kulit, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat. (Danu Damarjati/detikcom)

Dia menyebut Kampung Pecah Kulit menyimpan catatan duka sejarah bangsa. Kawasan ini menjadi saksi ladang pembunuhan terhadap orang-orang yang memberontak terhadap penjajah Belanda, salah satunya ada warga kaya keturunan Jerman-Siam bernama Pieter Erberveld.

"Eksekusi terhadap Pieter sendiri dilakukan dengan cara sangat tidak lazim dan biadab. Tangan dan kaki Pieter diikat tali dengan masing-masing dihubungkan ke seekor kuda yang menghadap empat penjuru. Dengan sekali hentak, keempat kuda itu melesat diikuti terbelahnya tubuh Pieter menjadi empat bagian," tulis Alwi.

Kepala Pieter kemudian dipenggal, ditusuk dari leher tembus ke ubun-ubun, dan ditancapkan di atas tonggak yang dipajang di gerbang rumahnya. Kekejaman eksekusi mati itu mengiringi sejarah salah satu sudut Jakarta ini.

"Sejak itulah lokasi tempat eksekusi itu dinamakan: Pecah Kulit," tulis Alwi.

Kampung Pecah Kulit, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat. (Danu Damarjati/detikcom)Salah satu sudut Kampung Pecah Kulit, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat. (Danu Damarjati/detikcom)

Selanjutnya, catatan soal eksekusi Pieter Erberveld di kampung ini:

Tonton juga video 'Urban Legend Menara Saidah dan Rumor Gedung Berhantu':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT