Kaleidoskop 2020

Drama Perselingkuhan Zuraida-Jefri di Balik Pembunuhan Hakim Jamaluddin

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Des 2020 09:31 WIB
Sidang vonis Zuraida Hanum (Datuk Haris Molana-detikcom)
Sidang vonis Zuraida Hanum (Datuk Haris Molana/detikcom)
Jakarta -

Selama 2020, publik diberi sajian persidangan kasus pembunuhan hakim PN Medan, Jamaluddin, yang penuh drama. Fakta demi fakta, termasuk soal perselingkuhan istri Jamaluddin, Zuraida Hanum, dengan salah satu eksekutor, Jefri Pratama, terungkap di persidangan.

Sidang perdana kasus ini digelar secara online di PN Medan, Selasa (31/3/2020). Tiga terdakwa, Zuraida, Jefri, dan Reza Fahlevi, tetap berada di rutan. Sementara itu, majelis hakim, jaksa, dan pengacara berada di PN Medan.

"Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa korban Jamaluddin," ujar jaksa saat membacakan dakwaan untuk Zuraida.

Dalam dakwaannya, jaksa menyebut kasus ini berawal dari masalah rumah tangga Zuraida dan Jamaluddin. Jaksa menyebut Zuraida mengajak Jefri, yang sudah dikenalnya sejak 2018, bertemu di salah satu kafe di Jalan Ring Road Medan.

Zuraida kemudian bercerita kepada Jefri bahwa dia ingin mati akibat masalah rumah tangga dengan Jamaluddin. Jaksa menyebut Jefri yang disebut suka dengan Zuraida menyarankan lebih baik Jamaluddin saja yang mati.

"'Ngapain kau yang mati, dia yang bejat, kok kau yang mati? Dialah yang harus mati'. Kemudian terdakwa mengatakan kepada Saksi M Jefri Pratama, 'Iya memang bukan aku yang mati, dia yang harus mati'. Kemudian terdakwa bersama Saksi M Jefri Pratama berencana menghabisi korban, kemudian Saksi M Jefri Pratama mengajak Saksi M Reza Fahlevi," ucap jaksa.

Setelah itu, Jefri bertemu dengan Reza, yang merupakan adiknya, di salah satu warung dan menceritakan isi pembicaraannya dengan Zuraida. Jefri mengatakan Zuraida curhat soal hakim Jamaluddin yang punya banyak cewek dan kasar.

Setelah beberapa kali pertemuan, akhirnya dimulailah aksi menghabisi nyawa Jamaluddin pada 28 November 2018. Zuraida saat itu menghubungi Jefri dan Reza agar bersiap dijemput menuju rumahnya di Johor.

Setelah tiba di rumah Jamaluddin, Jefri dan Reza diminta bersembunyi. Setelah Jamaluddin pulang dan kemudian tidur, barulah aksi pembunuhan dimulai.

Aksi pembunuhan dilakukan pada 29 November 2019 dini hari ketika Jamaluddin sudah tertidur. Jamaluddin kemudian dibunuh dengan cara dibekap menggunakan sarung bantal.

Jasad Jamaluddin selanjutnya dimasukkan ke mobil dan dibuang di daerah Desa Suka Dame, Kutalimbaru, Deli Serdang. Mayat dibuang bersama sebuah mobil di kebun sawit di wilayah itu.

Atas perbuatannya, Zuraida Hanum dijerat dengan Pasal 340 atau 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1, 2 KUHP. Sementara itu, Jefri dan Reza dijerat dengan pasal yang sama meski didakwa dalam berkas berbeda.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4