Round-Up

Satu Per Satu Eksekutor Hakim Jamaluddin Melawan Vonis Mati

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 20:02 WIB
3 terdakwa kasus pembunuhan Hakim Jamaluddin pakai APD.
Ketiga pelaku pembunuhan hakim Jamaluddin saat proses persidangan di PN Medan. (Foto: Datuk Haris Molana/detikcom)
Medan -

Mereka yang telah dinyatakan terbukti bersalah membunuh hakim Jamaluddin masih memperjuangkan nasibnya. Kali ini giliran Reza Pahlevi yang berupaya lolos dari hukuman mati dengan mengajukan kasasi.

Reza merupakan salah satu eksekutor pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan itu. Upaya kasasinya menyusul 2 terdakwa lain yang lebih dulu mengajukannya, yaitu Jefri Pratama sebagai eksekutor dan Zuraida Hanum, yang merupakan istri dari Jamaluddin.

Awalnya Jefri mengajukan kasasi pada 12 Oktober lalu. Dia awalnya divonis seumur hidup dalam dalam persidangan di PN Medan pada Rabu, 1 Juli 2020. Lantas Jefri mengupayakan banding tetapi kandas.

Pengadilan Tinggi (PT) Medan sebelumnya mengubah vonis Jefri Pratama dari penjara seumur hidup menjadi hukuman mati. PT Medan menilai hukuman mati sangat layak diterima Jefri.

"Menyatakan terdakwa M Jefri Pratama telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pembunuhan Berencana Yang Dilakukan Secara Bersama-Sama, sebagaimana didakwakan dalam Dakwaan Primair Penuntut Umum. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa M Jefri Pratama oleh karena itu dengan pidana mati," demikian bunyi putusan majelis banding yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (21/9).

Lantas, Zuraida juga memutuskan mengajukan permohonan kasasi setelah upaya banding kandas di PT Medan. Kuasa hukum Zuraida bernama Onan Purba pada Rabu, 14 Oktober lalu, menyampaikan soal pengajuan kasasi itu.

"Kemarin sudah diberitahukan. Baru kemarin, diberitahukan putusan itu, jadi saya sudah konsultasi dengan Hanum sekaligus sudah dia tanda tangan kuasa kasasi. Sudah jelas kasasi kita," kata Onan kala itu.

Zuraida divonis mati di PN Medan pada Rabu, 1 Juli 2020. Zuraida dinyatakan bersalah melanggar Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1, 2 KUHP. Dia dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan bersama Jefri Pratama dan Reza Fahlevi.

Selanjutnya
Halaman
1 2